SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Tersingkirnya Timnas Belanda secara tragis dari panggung Piala Dunia 2026 meninggalkan luka mendalam bagi para pendukungnya.
Skuad De Oranje dipaksa angkat koper lebih awal setelah takluk 2-3 dari Timnas Maroko melalui babak adu penalti yang mendebarkan di babak 32 besar, Selasa (30/6/2026) pagi WIB.
Di balik riuhnya kegagalan tersebut, perhatian warganet Indonesia mendadak tersedot oleh satu nama: Justin Kluivert.
Kegagalannya mengeksekusi penalti langsung memicu perbincangan hangat mengenai mitos lama yang disebut-sebut sebagai "Kutukan Keluarga Kluivert" di turnamen mayor.
Kronologi Kegagalan Justin dan Cocoklogi Netizen
Pertandingan sengit antara Belanda dan Maroko sejatinya berjalan seimbang dengan skor 1-1 hingga babak tambahan waktu berakhir.
Dalam babak penentuan titik dua belas pas, hanya Teun Koopmeiners dan Wout Weghorst yang berhasil menunaikan tugasnya sebagai algojo Belanda.
Justin Kluivert yang maju sebagai eksekutor kedua sejatinya berhasil mengecoh pergerakan penjaga gawang Maroko, Yassine Bounou.
Sial bagi Justin, bola sepakannya justru membentur tiang gawang dengan keras.
Kegagalan krusial ini langsung memicu aksi "cocoklogi" dari netizen di media sosial.
Banyak yang menarik garis paralel antara nasib sial Justin dengan rekam jejak kelam sang ayah, Patrick Kluivert, legenda striker Belanda yang dahulu juga kerap dihubungkan dengan drama penalti di laga-laga krusial.
Tabel Perbandingan Fakta: Drama Penalti Patrick vs Justin Kluivert
Guna meluruskan mitos yang beredar serta menyajikan data sejarah yang akurat dan scannable, berikut adalah perbandingan rapor penalti ayah dan anak ini di turnamen besar:
| Aspek Sejarah & Kompetisi | Justin Kluivert (Anak) di Piala Dunia 2026 | Patrick Kluivert (Ayah) di Era 1998 & 2000 |
| Lawan & Babak | vs Maroko (Babak 32 Besar Piala Dunia) | vs Brasil (Semifinal PD 1998) & vs Italia (Semifinal Euro 2000) |
| Status Eksekutor | Maju sebagai penendang kedua di babak tos-tosan. | Tidak menendang di adu penalti 1998; Menendang di Euro 2000. |
| Hasil Eksekusi | Gagal (Bola membentur tiang gawang). | Berhasil membobol gawang Francesco Toldo (Euro 2000). |
| Catatan Khusus Sial | Menjadi salah satu penyebab langsung Belanda gugur. | Pernah gagal penalti di waktu normal Euro 2000 vs Italia. |
| Hasil Akhir Tim | Belanda kalah adu penalti (2-3) dan tersingkir. | Belanda selalu tersingkir di kedua babak adu penalti tersebut. |
Meluruskan Mitos "Kutukan" Sang Ayah
Jika ditelaah lebih dalam berdasarkan fakta sejarah, narasi "kutukan" yang disuarakan warganet tidak sepenuhnya tepat secara harafiah.
Patrick Kluivert nyatanya tidak memiliki rekam jejak sebagai perusak babak adu penalti bagi negaranya.
Fakta Sejarah: Pada semifinal Piala Dunia 1998 melawan Brasil, Patrick Kluivert tidak mendapatkan tugas sebagai eksekutor penalti.
Sementara pada Euro 2000 melawan Italia, meskipun ia sempat gagal mengeksekusi penalti di waktu normal, Patrick justru sukses menjalankan tugasnya dengan membobol gawang Francesco Toldo saat babak adu penalti dimulai.
Meskipun demikian, ada satu kesamaan nasib yang tidak bisa dibantah: baik Patrick maupun Justin sama-sama harus merasakan kepedihan mendalam melihat langkah Timnas Belanda terhenti di turnamen akbar akibat kalah mental di babak adu penalti.
Estafet nestapa inilah yang pada akhirnya membuat nama besar keluarga Kluivert kembali menjadi sorotan tajam publik sepak bola dunia di tahun 2026.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo