EAST RUTHERFORD, SOLOBALAPAN.COM – Menang dalam waktu normal. Itulah target utama yang diincar oleh Tim Nasional (Timnas) Inggris saat bersiap melakoni laga hidup mati melawan RD Kongo pada babak 32 besar, Rabu (1/7) besok. Keinginan untuk mengunci kemenangan cepat tanpa berlama-lama ini juga sangat diharapkan oleh sang penjaga gawang utama, Jordan Pickford.
Pickford berambisi agar catatan penampilan (caps) ke-30 bersama Tiga Singa di turnamen mayor bisa berjalan mulus. Ia sangat berharap laga penentu ini bersih dari drama adu penalti yang menguras emosi.
"Kami ingin memenangkan pertandingan. Kami tidak ingin sampai adu penalti," harap Pickford seperti dikutip dari media Inggris, The Guardian.
Baca Juga: Kejari Karanganyar Tegaskan AM Dikeluarkan dari Tahanan Bukan Bebas, Jaksa Segera Lengkapi Berkas
Kiper yang Akrab dengan Status Pahlawan
Padahal, jika menengok ke belakang, kiper berusia 32 tahun itu justru kerap kali menjadi pahlawan penyelamat Inggris dalam drama adu penalti di turnamen-turnamen besar.
Salah satu momen ikonik terjadi saat Inggris sukses menyingkirkan Kolombia di Babak 16 Besar Piala Dunia 2018. Tak hanya itu, kiper andalan Everton ini juga berhasil menepis tendangan penalti dari penggawa Swiss, Manuel Akanji, yang mengantarkan Inggris memenangkan babak tos-tosan di ajang EURO 2024 lalu.
"Saya sudah beberapa kali melakukan penalti," ujarnya.
Meski enggan, Pickford menegaskan dirinya tetap berada dalam kesiapan penuh andai takdir pertandingan memaksa laga harus diselesaikan lewat babak adu penalti.
"Tugas saya adalah melakukan penyelamatan. Dan di turnamen sebelumnya, saya selalu berhasil melakukan penyelamatan dalam adu penalti untuk Inggris. Saya harap bisa terus melakukannya," tambah dia.
Percayai Kualitas Eksekutor Inggris
Di luar kesiapannya di bawah mistar, Pickford menjelaskan bahwa perannya sebenarnya tidak terlalu krusial jika drama penalti benar-benar terjadi melawan RD Kongo nanti. Hal itu dikarenakan skuad Inggris saat ini sudah dipenuhi oleh para eksekutor bola mati yang sangat handal.
Kualitas lini depan dan gelandang Inggris diyakini bisa mengunci kemenangan tanpa harus membebankan status pahlawan kepada dirinya sendiri.
"Kami memiliki banyak penendang penalti yang bagus sehingga posisi saya menjadi kurang penting. Kami saling percaya saja," pungkasnya. (rid/bas/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto