SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Langkah berani langsung ditunjukkan oleh pelatih Timnas Jepang, Hajime Moriyasu, setelah kepastian bagan babak gugur Piala Dunia 2026 mempertemukan anak asuhnya dengan sang raksasa Amerika Selatan, Brasil.
Bersua di babak 32 besar, juru taktik berusia 57 tahun itu melempar respons berkelas yang menegaskan bahwa skuad Samurai Biru sama sekali tidak gentar.
Jepang resmi menyegel tiket kelolosan ke fase sistem gugur setelah bermain imbang 1-1 kontra Swedia di Stadion Dallas, Amerika Serikat, pada Jumat (26/6) WIB.
Hasil tersebut membuat Jepang finis sebagai runner-up Grup F di bawah Belanda.
Skenario Ketat Grup F dan Gol Indah Anthony Elanga
Pertandingan pamungkas Grup F antara Jepang dan Swedia berlangsung sangat sengit.
Baca Juga: 7 Negara yang Resmi Lolos Babak 32 Besar Piala Dunia 2026, Los Cafeteros Sempurna!
Pasukan Hajime Moriyasu sejatinya sempat membuka asa untuk keluar sebagai juara grup setelah memecah kebuntuan pada menit ke-56 lewat sontekan cerdik Daizen Maeda.
Sayang, keunggulan tersebut hanya bertahan enam menit.
Eks penyerang Manchester United, Anthony Elanga, sukses menyamakan kedudukan menjadi 1-1 lewat aksi individu memukau yang diakhiri tendangan melengkung indah dari luar kotak penalti.
Di tempat lain, Belanda sukses melibas Tunisia dengan skor meyakinkan 3-1.
Peta klasemen akhir Grup F pun menempatkan Belanda di posisi puncak (7 poin), disusul Jepang (5 poin), dan Swedia yang terpaksa gigit jari di posisi ketiga (4 poin).
Reaksi Berkelas Moriyasu: Target Singkirkan Brasil!
Status sebagai peringkat kedua Grup F otomatis melemparkan Ritsu Doan dkk ke jalur perang benua untuk menantang juara Grup C, Timnas Brasil.
Alih-alih merasa inferior di hadapan skuad bertabur bintang asuhan Carlo Ancelotti, Moriyasu justru memasang target tinggi untuk menyingkirkan sang pemilik 5 bintang Piala Dunia tersebut.
"Idealnya, saya ingin menang dan lolos sebagai tim peringkat teratas. Namun, menurut saya para pemain telah melakukan pekerjaan yang baik dalam membangun kekuatan untuk memastikan diri lolos dari fase grup dengan finis di posisi kedua," ujar Moriyasu pascalaga kontra Swedia seperti dikutip dari Soccer King.
"Yang terpenting, kami ingin memenangkan pertarungan (kontra Brasil). Kami ingin berjuang bersama sebagai satu tim hingga akhir, bersama para pendukung kami," tegasnya.
Tabel Komparasi Kekuatan: Jepang vs Brasil Menuju Houston
Guna memetakan peta kekuatan kedua tim yang akan saling sikut demi satu tiket ke babak 16 besar, berikut adalah tabel klasifikasi dan rapor performa kedua negara:
| Komponen Statistik & Form | Timnas Jepang (Samurai Biru) | Timnas Brasil (Selecao) |
| Peringkat Klasemen Grup | Runner-up Grup F (5 Poin) | Juara Grup C (7 Poin) |
| Rapor Gol Fase Grup | Tampil Kolektif & Disiplin | Sangat Garang (Cetak 7 Gol, Kebobolan 1) |
| Pelatih Kepala | Hajime Moriyasu (Jepang) | Carlo Ancelotti (Italia) |
| Pertemuan Terakhir (Okt 2025) | Menang 3-2 (FIFA Matchday) | Kalah 2-3 dari Jepang |
| Target Utama Turnamen | Menembus Fase Perempat Final | Mengincar Trofi Juara Dunia |
Kantongi Modal Manis Sikat Selecao di Tahun 2025
Keyakinan tinggi Moriyasu untuk menciptakan kejutan besar di tanah Amerika Utara didasarkan pada modal historis yang sangat berharga.
Pada pertemuan terakhir kedua tim dalam laga uji coba resmi FIFA Matchday Oktober 2025 silam, Jepang secara perkasa sukses menghempaskan Brasil dengan skor 3-2.
Hebatnya, saat itu Jepang sempat tertinggal dua gol terlebih dahulu sebelum taktik brilian Moriyasu membalikkan keadaan.
Mengingat kedalaman materi pemain kedua tim di Piala Dunia 2026 ini tidak banyak berubah, potensi Samurai Biru untuk kembali merepotkan Vinicius Junior dkk sangat terbuka lebar.
Kendati demikian, lini belakang Jepang wajib waspada penuh mengingat Brasil tampil sangat solid sepanjang fase grup.
Sesuai dengan rilis jadwal resmi FIFA, laga hidup-mati babak 32 besar antara Jepang kontras Brasil ini akan digelar pada Selasa, 30 Juni 2026 di Stadion Houston, Amerika Serikat.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo