SURABAYA – Penyerang anyar Persebaya Surabaya, Ramadhan Sananta, mengaku sama sekali tidak bingung ketika diminta untuk menentukan nomor punggung yang akan dikenakannya. Selama mengarungi kompetisi bersama tim kebanggaan Bonek tersebut, Sananta dipastikan akan mengenakan jersey dengan nomor punggung sembilan (9).
Kebetulan, nomor punggung ikonik untuk posisi striker tersebut memang tengah kosong di skuad Bajol Ijo. Hal ini terjadi setelah pemilik nomor 9 sebelumnya, Rizky Dwi, resmi dipinjamkan ke Garudayaksa FC pada bursa transfer putaran kedua.
Kondisi ini pun disambut bahagia oleh Sananta. Pemain bertinggi badan 182 cm ini menganggap angka sembilan memiliki ikatan batin yang kuat dengan perjalanan karier sepak bolanya.
Baca Juga: Harga Vario Evo 160 Sudah Tembus Rp31 Juta, Mending Beli Vario atau Matik Bongsor Sekalian?
"Karena bagi saya, nomor sembilan adalah keberuntungan. Nomor sembilan ini membantu proses panjang saya sampai saat ini," ungkap striker berusia 23 tahun tersebut, sebagaimana dikutip dari tayangan di kanal YouTube resmi klub.
Memori Indah Bersama Juku Eja
Alasan Sananta menyebut angka 9 sebagai nomor keberuntungan memang bukan tanpa dasar. Saat melakoni debutnya di kasta tertinggi sepak bola Indonesia bersama PSM Makassar pada musim 2022-2023 silam, penyerang kelahiran 27 November 2002 ini sudah mengenakan nomor tersebut.
Bersama skuad Juku Eja, Sananta tampil sangat trengginas. Ia sukses membukukan 11 gol dan dua assist hanya dalam 24 pertandingan, sekaligus membantu timnya merengkuh gelar juara Liga 1. Kenangan manis itulah yang ingin ia ulangi bersama tim Green Force.
Siap Hadapi Tekanan Besar di Persebaya
Baca Juga: Ducati Resmi Bentuk Superteam: Duet Maut Marc Marquez dan Pedro Acosta Mulai MotoGP 2027
Kendati demikian, penyerang langganan Timnas Indonesia ini sadar betul bahwa mengenakan nomor punggung 9 di tim sebesar Persebaya bukanlah perkara mudah. Ada ekspektasi tinggi dari manajemen dan suporter yang harus dipikul di pundaknya.
"Saya tahu kalau jadi nomor sembilan itu sulit. Itu karena nomor sembilan (dituntut) untuk harus mencetak gol," terang Sananta secara terbuka.
Namun, alih-alih menjadikannya beban, tantangan tersebut justru membakar motivasi Sananta untuk memberikan kemampuan terbaiknya di lini depan Persebaya.
"Tapi, mau tidak mau saya harus ambil nomor sembilan. Karena nomor inilah yang sudah membantu saya sampai saat ini," pungkasnya optimis. (gus/bas/an)
Editor : Andi Aris Widiyanto