SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Nasib pelik tengah menimpa bek tangguh Timnas Indonesia, Mees Hilgers, di kompetisi kasta tertinggi sepak bola Belanda, Eredivisie.
Hubungannya dengan klub pemilik, FC Twente, dilaporkan kian memburuk hingga memantik rasa prihatin sekaligus kritik keras dari jurnalis senior De Telegraaf, Valentijn Driessen.
Driessen yang dikenal dengan analisisnya yang blak-blakan secara terbuka menyemprot agen sang pemain, Anass Sinouh, yang dinilai telah melakukan kecerobohan fatal terkait masa depan karier kliennya sendiri.
Blunder Fatal Sang Agen Bikin Kontrak Diperpanjang Otomatis
Sengkarut ini memuncak setelah Mees Hilgers secara mengejutkan mangkir dan tidak menunjukkan batang hidungnya saat FC Twente menggelar sesi latihan perdana pramusim 2026/2027 pada Selasa (23/6/2026).
Usut punya usut, akar permasalahan ini bermula dari kelalaian sang agen pada Mei lalu. Agen Hilgers kedapatan lupa atau gagal memutus klausul kontrak sang pemain tepat waktu.
Akibat blunder administrasi tersebut, masa bakti Hilgers di De Grolsch Veste secara hukum otomatis diperpanjang selama satu tahun ke depan, meskipun sang pemain secara pribadi sudah tidak berniat menandatangani kerja sama baru.
"Itu tindakan bodoh (agen tak memutus kontrak). Anak itu sudah berada dalam situasi yang sangat sulit, jadi menurut saya masuk akal untuk mengetahui aturan dan mengakhiri kontrak tersebut tepat waktu.
Sekarang dia secara otomatis terikat dengan Twente selama satu tahun lagi," semprot Valentijn Driessen dalam wawancaranya bersama Voetbal Primeur.
Aksi Provokasi Jersei Feyenoord dan Ancaman Pengadilan CAS
Alih-alih berlatih bersama skuad FC Twente, Hilgers justru kedapatan melakoni latihan mandiri bersama sejumlah rekannya, termasuk eks penggawa Manchester United, Donny van de Beek.
Momen tersebut langsung memicu banjir kritik dari publik sepak bola Belanda lantaran Hilgers dengan sengaja mengenakan jersei Feyenoord Rotterdam, yang tak lain merupakan salah satu klub rival utama FC Twente.
Langkah provokatif ini dinilai sebagai bentuk frustrasi Hilgers terhadap sikap manajemen klub.
Tabel Klasifikasi Sengkarut Konflik Mees Hilgers vs FC Twente
Guna mempermudah pembaca dalam memahami duduk perkara konflik yang melibatkan produk asli akademi Twente sejak usia 10 tahun ini, berikut adalah resume perkembangannya:
| Komponen Masalah | Tindakan di Lapangan / Fakta | Dampak & Ancaman Sanksi |
| Penyebab Utama | Kelalaian Agen (Sinouh) memutus klausul kontrak pada Mei lalu. | Kontrak otomatis diperpanjang sepihak oleh sistem selama 1 tahun. |
| Reaksi Mees Hilgers | Mangkir latihan perdana pramusim (23/6) & memakai jersei Feyenoord. | Dihujani kritik tajam dan dicap tidak profesional oleh publik. |
| Sikap Manajemen Tim | FC Twente memilih bersikap keras (hardball) atas pelanggaran disiplin. | Hilgers terancam dihukum dengan "menganggur" penuh selama setahun. |
| Solusi Hukum Akhir | Perselisihan kontrak dinilai sudah terlalu meruncing. | Jurnalis Mike Verweij menyebut kasus ini bisa diseret ke Pengadilan CAS. |
Potensi Terancam Menganggur Semusim Penuh
Driessen menambahkan, buntut dari kelalaian agen dan sikap keras kepala FC Twente ini bisa berakibat sangat fatal bagi perkembangan performa Hilgers di atas lapangan hijau.
Pasalnya, Hilgers sendiri sejatinya sudah melewatkan waktu hampir setahun penuh tanpa menit bermain yang reguler di musim lalu akibat konflik internal.
Jika FC Twente tetap bersikukuh menahan dan membekukan statusnya di skuad utama sebagai bentuk hukuman disiplin, Hilgers dipastikan akan kembali kehilangan waktu berharga selama satu tahun ke depan.
Mengingat buntu dan rumitnya sengketa ini, jurnalis De Telegraaf lainnya, Mike Verweij, memprediksi bahwa jalan satu-satunya untuk menyelesaikan drama transfer ini adalah dengan membawa perselisihan kontrak ini ke ranah Pengadilan Arbitrase Olahraga (CAS).
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo