Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Persebaya Bidik Gelar Juara di Musim Centenary, Bernardo Tavares Usung Misi Bismillah 2027

Andi Aris Widiyanto • Jumat, 19 Juni 2026 | 11:35 WIB
Ramadhan Sananta menjadi rekrutan Persebaya dalam mengejar gelar Super League 2026-2027 sebagai kado ulang tahun ke-100 klub. (Dok. officialpersebaya)
Ramadhan Sananta menjadi rekrutan Persebaya dalam mengejar gelar Super League 2026-2027 sebagai kado ulang tahun ke-100 klub. (Dok. officialpersebaya)

SURABAYA, SOLOBALAPAN.COM – Persebaya Surabaya mulai menatap musim Super League 2026-2027 dengan ambisi besar. Klub berjuluk Green Force itu ingin menghadirkan gelar juara sebagai hadiah istimewa menjelang perayaan ulang tahun ke-100 pada 18 Juni 2027.

Tekad tersebut bahkan sudah terlihat sejak laga terakhir Super League 2025-2026 melawan Persik Kediri pada 23 Mei lalu. Saat itu, pelatih Persebaya, Bernardo Tavares, mengenakan kaus khusus bertuliskan “Bismillah 2027” di bagian dada.

Tulisan tersebut menjadi simbol ambisi besar Persebaya untuk meraih gelar juara pada musim depan sekaligus menyambut momen bersejarah satu abad klub.

Baca Juga: Siapa Paola Serena dan Kenapa Namanya Viral saat Perayaan 1 Suro di Pura Mangkunegaran Solo? Begini Kronologinya

Proyek Besar Sudah Dimulai

Manajemen Persebaya bergerak cepat membangun skuad yang lebih kompetitif. Sebanyak 10 pemain dilepas pada bursa transfer awal musim, sementara enam pemain baru langsung didatangkan.

Mereka adalah Ramadhan Sananta, Reza Arya, Ricky Pratama, Syahrul Lasinari, Dicky Kurniawan, dan Yusuf Meilana.

Sananta mengaku tidak membutuhkan waktu lama untuk menerima pinangan Persebaya. Striker Timnas Indonesia itu tertarik dengan visi yang dibangun klub.

“Persebaya menjadi pilihan saya karena proyek dan ambisinya sangat jelas. Coach Bernardo Tavares juga menjadi salah satu faktor penting. Beliau adalah pelatih yang pernah membantu perkembangan karier saya,” ujar Sananta seperti dikutip dari laman resmi Persebaya.

Baca Juga: Pendaki Asal Jambi Alami Hipotermia di Jalur Suwanting Merbabu, Tertolong Shelter Emergency Pos 3

Pemain yang musim lalu memperkuat Duli Pengiran Muda Mahkota FC itu optimistis Persebaya mampu bersaing di papan atas musim depan.

Hal serupa diungkapkan Reza Arya. Kiper berusia 26 tahun itu rela meninggalkan PSM Makassar demi menjadi bagian dari proyek besar Green Force.

“Saya melihat Persebaya memiliki proyek dan target yang sangat jelas untuk musim depan. Itu menjadi salah satu alasan yang membuat saya antusias menerima tawaran ini,” kata Reza.

Ia berharap dapat berkontribusi maksimal dan membantu Persebaya meraih prestasi tertinggi.

“Target utama saya tentu membantu Persebaya meraih prestasi setinggi mungkin. Saya tahu Persebaya sangat serius menatap musim depan dan punya ambisi memberikan hadiah istimewa kepada Bonek dan Bonita,” tambahnya.

Bernardo Tavares Ingin Persaingan Sehat

Baca Juga: Arti Kebaikan dan Kejahatan dalam Novel The Devil and Miss Prym

Bernardo Tavares menyambut positif kehadiran para pemain anyar. Menurut pelatih asal Portugal tersebut, kedalaman skuad menjadi salah satu kunci untuk bersaing dalam perebutan gelar juara.

“Karena jika ingin memiliki tim yang kuat, kami harus menciptakan persaingan yang sehat di setiap posisi. Itulah alasan utama kami mendatangkan pemain-pemain ini,” ujarnya.

Meski demikian, Tavares menegaskan seluruh pemain baru tetap harus membuktikan kualitasnya di lapangan.

“Sekarang tugas mereka adalah menunjukkan melalui kerja keras, latihan, dan performa di lapangan bahwa mereka pantas mengenakan jersey Persebaya dan menjadi bagian dari klub ini,” tegasnya.

Pemain Senior Satu Visi

Ambisi besar klub juga mendapat dukungan penuh dari para pemain senior. Kiper Timnas Indonesia, Ernando Ari, mengaku memilih bertahan karena target pribadinya sejalan dengan visi klub.

Baca Juga: Kisah George Orwell di Perang Spanyol dalam Homage to Catalonia

“Salah satu pertimbangan utama saya bertahan adalah karena target dan ambisi Persebaya untuk musim depan sejalan dengan tujuan pribadi saya,” ujarnya.

Sejak bergabung dengan Persebaya pada 2018, Ernando belum pernah merasakan gelar juara di level senior bersama Green Force. Karena itu, ia berharap musim depan menjadi momentum yang tepat untuk mengakhiri penantian tersebut.

“Semoga di musim yang akan datang kita bisa meraih pencapaian yang selama ini kita perjuangkan bersama,” katanya.

Hal senada disampaikan Malik Risaldi. Ia melihat keseriusan manajemen sebagai alasan utama untuk tetap bertahan di Surabaya.

“Alasan terbesar saya bertahan di Persebaya adalah karena saya melihat klub ini memiliki keseriusan yang sangat besar untuk berbicara banyak musim depan,” ujar Malik.

Baca Juga: MotoGP Ceko 2026: Marc Marquez Sebut Brno Jadi Ujian Sesungguhnya Usai Dominasi Balaton Park

Dengan perombakan skuad, kedatangan sejumlah pemain baru, dan dukungan pemain lama, Persebaya kini mulai menata langkah menuju musim Super League 2026-2027. Targetnya jelas: mempersembahkan trofi juara sebagai hadiah paling berharga pada perayaan satu abad Green Force tahun depan. (gus/ali/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#persebaya surabaya #super league 2026-2027 #Ulang Tahun Persebaya #green force #Ramadhan Sananta