Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Diminta Beri Masukan ke BGN, Chef Arnold Blak-blakan Soal Rumitnya Operasional Makan Bergizi Gratis

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 11 Juni 2026 | 18:38 WIB
Unggahan cerita di akun Instagram @arnoldp
Unggahan cerita di akun Instagram @arnoldp

SOLOBALAPAN, NASIONAL — Juri ajang pencarian bakat memasak ternama, Chef Arnold Poernomo, baru-baru ini mencuri perhatian publik setelah membagikan curahan hatinya terkait program prioritas pemerintah, Makan Bergizi Gratis (MBG).

Melalui unggahan di media sosial pribadinya yang memperlihatkan dokumen resmi berkop Badan Gizi Nasional (BGN), Chef Arnold mengungkapkan bahwa dirinya secara khusus diminta untuk memberikan masukan strategis terkait pelaksanaan program berskala nasional tersebut.

Pelajari Juknis dan Soroti Kerumitan Lapangan

Chef Arnold menjelaskan bahwa ia bersama tim internalnya telah melakukan kajian mendalam terhadap berkas petunjuk teknis (juknis) yang disiapkan oleh BGN.

Dari hasil bedah dokumen tersebut, ia mengakui bahwa implementasi Program MBG di dunia nyata memiliki tingkat kerumitan operasional yang sangat tinggi.

“Saya memang diminta untuk memberikan pendapat untuk juknis BGN, saya dan team sudah review dan pelajari,” tulis Chef Arnold dalam unggahannya, dikutip Kamis (11/6/2026).

Baca Juga: Bukti Chat 26 Tokoh Besar Rebutan Jatah Dapur MBG Terbongkar dari HP Eks Wakil Kepala BGN Sony Sonjaya

Poin Tantangan Utama di Wilayah 3T Menurut Chef Arnold

Menurut pandangan koki profesional ini, tantangan terbesar dari pelaksanaan Program MBG tidak sekadar pada proses pengolahan makanan, melainkan jaminan keberlanjutan rantai pasok. Kendala ini diprediksi akan jauh lebih terasa di wilayah Tertinggal, Terdepan, dan Terluar (3T).

Berikut adalah beberapa klaster kompleksitas utama yang disoroti oleh Chef Arnold dan timnya:

Berharap Lahirkan Kebijakan yang Lebih Strategis

Meskipun telah memberikan kontribusi pemikiran berupa poin-poin rekomendasi, Chef Arnold dengan rendah hati mengakui bahwa masih banyak pakar dan figur lain yang memiliki kapasitas lebih besar dalam merumuskan strategi makro program ini.

"Saya rasa banyak orang lain yang lebih hebat, capable dan paham lebih dari saya," ujarnya bersahaja.

Kendati demikian, ia memastikan seluruh catatan dan rekomendasi operasional berbasis data dari timnya sudah diserahkan sepenuhnya kepada pihak Badan Gizi Nasional.

Ia berharap masukan tersebut dapat membantu BGN dalam menyusun formula kebijakan yang lebih matang, taktis, dan efektif demi menyukseskan pemenuhan gizi anak-anak Indonesia.

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Makan Bergizi Gratis #BGN #Chef Arnold