SOLOBALAPAN, SEPAK BOLA — Nama klub Serie A Italia milik Grup Djarum, Como 1907, beserta perwakilannya, Mirwan Suwarso, belakangan ini kerap menjadi perbincangan hangat di kalangan pencinta sepak bola Tanah Air.
Kritik tajam sering kali dialamatkan kepada klub lantaran dianggap belum memberikan ruang bagi pemain Indonesia untuk merumput di kasta tertinggi Eropa.
Menjawab berbagai kritik tersebut, Mirwan Suwarso akhirnya buka suara dan membeberkan realitas sebenarnya yang terjadi di balik layar manajemen klub.
Terganjal Regulasi Ketat Pemain Non-EU
Ternyata, absennya pemain Indonesia di skuad Como bukan didasari oleh kurangnya niat atau nasionalisme, melainkan murni terbentur oleh aturan kompetisi.
Mirwan menjelaskan bahwa Serie A Italia memiliki regulasi yang sangat ketat terkait kuota pemain non-Uni Eropa (non-EU).
Dalam ilustrasi sederhananya, jika Como merekrut satu pemain muda Indonesia berusia 16 tahun, maka otomatis satu slot non-EU mereka akan hangus.
Padahal, kuota yang jumlahnya sangat terbatas tersebut biasanya digunakan untuk mendatangkan pemain matang asal Brasil, Argentina, atau Afrika yang kualitasnya sudah teruji untuk langsung bersaing di level elite Liga Italia.
Sebagai klub promosi yang sedang membangun kekuatan dan mempertahankan eksistensinya di Serie A, manajemen Como dituntut untuk sangat realistis dan selektif.
Mengorbankan satu slot non-EU demi pemain muda yang masih membutuhkan banyak waktu untuk berkembang jelas merupakan sebuah perjudian dan keputusan besar yang sulit diambil oleh klub saat ini.
Berdayakan SDM Indonesia di Balik Layar
Meski pintu untuk pemain di lapangan hijau masih tertutup, Mirwan menegaskan bahwa bukan berarti Como 1907 menutup mata terhadap talenta Tanah Air.
Kontribusi terhadap sepak bola Indonesia tetap dilakukan, namun melalui jalur operasional dan manajerial.
Alih-alih fokus memaksakan pemain, Como membuka kesempatan luas bagi pelatih, analis, hingga tenaga kreatif Indonesia untuk menyerap ilmu langsung dari ekosistem sepak bola Eropa.
Tercatat, saat ini ada sekitar 11 orang Indonesia yang bekerja di lingkungan Como 1907.
Berikut adalah beberapa peran strategis yang diisi oleh sumber daya manusia (SDM) asal Indonesia di klub tersebut:
Investasi Jangka Panjang Sepak Bola Nasional
Langkah taktis dengan menghadirkan staf profesional Indonesia ke dalam sistem klub Eropa ini dinilai sebagai investasi krusial bagi masa depan sepak bola nasional.
Pengalaman kerja di lingkungan sekelas Serie A tentu akan menjadi bekal keilmuan yang sangat berharga ketika mereka kelak kembali untuk membangun industri sepak bola di Indonesia.
Publik dan suporter diharapkan dapat memahami realitas ini secara objektif. Dalam industri sepak bola modern, niat baik untuk memajukan pemain lokal sering kali tidak cukup bila dihadapkan pada benturan regulasi liga yang mengikat.
(did)