SOLO, SOLOBALAPAN.COM – Persis Solo harus menerima kenyataan pahit di akhir musim Super League 2025/2026. Meski sukses menundukkan Persita Tangerang dengan skor 3-1 pada laga pamungkas, Laskar Sambernyawa tetap gagal menyelamatkan diri dari jurang degradasi.
Pertandingan penentu yang digelar dengan tensi tinggi itu menjadi harapan terakhir bagi Persis Solo untuk bertahan di kasta tertinggi. Namun, hasil kemenangan ternyata belum cukup mengubah nasib tim asal Kota Bengawan.
Sejak awal pertandingan, Persis Solo tampil agresif menghadapi Persita Tangerang. Tim asuhan Milomir Seslija berani mengambil inisiatif serangan meski memiliki catatan pertemuan yang kurang menguntungkan melawan Pendekar Cisadane.
Bruno Gomes dan rekan-rekan beberapa kali membangun peluang berbahaya, tetapi penyelesaian akhir masih belum maksimal.
Persita juga bukan tanpa ancaman. Hokky Caraka sempat memperoleh kesempatan emas pada menit ke-36, namun peluang tersebut gagal dikonversi menjadi gol.
Gol pembuka akhirnya lahir jelang turun minum. Pada menit ke-44, Jefferson Carioca berhasil memecah kebuntuan lewat penyelesaian akurat yang tak mampu diantisipasi penjaga gawang Persita.
Gol tersebut membawa Persis Solo unggul 1-0 hingga babak pertama berakhir.
Memasuki paruh kedua laga, Persis melakukan perubahan taktik dengan memasukkan Yabes Roni menggantikan Nico Alfriyanto. Pergantian itu memberi warna baru bagi lini serang Laskar Sambernyawa yang tampil lebih hidup.
Namun tekanan justru datang dari Persita selepas jeda. Tim tamu beberapa kali memaksa lini belakang Persis bekerja ekstra keras menjaga keunggulan.
Drama sempat terjadi pada menit ke-53 saat Yabes Roni terjatuh di area penalti. Wasit Yudai Yamamoto melakukan pengecekan VAR untuk meninjau insiden tersebut.
Setelah melakukan review, wasit memutuskan tidak memberikan penalti bagi Persis Solo. Keputusan itu memancing reaksi keras dari para pemain tuan rumah.
Di tengah tekanan lawan, Persis hampir menggandakan skor lewat skema serangan balik cepat. Bruno Gomes berhasil melewati kiper lawan, tetapi tendangannya hanya menghantam mistar gawang.
Gol kedua yang ditunggu akhirnya datang pada menit ke-74. Miroslav Maricic, yang masuk dari bangku cadangan, langsung memberi dampak instan dengan mencatatkan namanya di papan skor.
Persita sempat menyalakan asa lewat gol Pablo Ganet pada menit ke-90 yang memperkecil skor menjadi 2-1.
Namun Persis memastikan kemenangan lewat gol Dejan Tumbas di menit-menit akhir pertandingan. Skor 3-1 pun menutup laga terakhir musim ini.
Sayangnya, tiga poin tersebut tidak cukup menyelamatkan Persis Solo.
Di pertandingan lain, Madura United sukses mengalahkan PSM Makassar dengan skor 2-0 di Stadion Bangkalan. Hasil itu membuat peluang bertahan Persis sirna dan memaksa Laskar Sambernyawa resmi terdegradasi.
Kemenangan atas Persita Tangerang pada akhirnya hanya menjadi penutup manis di tengah akhir musim yang pahit bagi pendukung Persis Solo. (*)
Editor : Laila Zakiya