SOLOBALAPAN, OLAHRAGA — Atmosfer panas justru menyelimuti internal Persib Bandung menjelang laga pamungkas penentu gelar juara Super League 2025/2026.
Pelatih kepala Persib, Bojan Hodak, secara terang-terangan meluapkan kegeramannya terhadap sikap manajemen klub yang dinilai terlalu sesumbar menggembar-gemborkan persiapan pesta dan konvoi juara.
Kemarahan juru taktik asal Kroasia tersebut memuncak setelah mengetahui manajemen, melalui Deputy CEO PT Persib Bandung Bermartabat (PBB) Adhitia Putra Herawan, telah merilis rute konvoi hingga rencana seremoni angkat piala di JPO Asia Afrika yang dijadwalkan pada Minggu (24/5) mendatang.
Sebut Rencana Konvoi Manajemen Sebagai "Omong Kosong"
Bojan Hodak menilai tindakan manajemen tersebut sangat blunder dan tidak etis, mengingat perjuangan skuad Maung Bandung secara matematis belum sepenuhnya selesai.
Persib masih harus melewati satu rintangan berat melawan Persijap Jepara di laga pekan terakhir pada Sabtu (23/5/2026) sore.
"Beberapa hari terakhir saya tidak di sini, tetapi mereka mengirimkannya kepada saya, dan sekarang saya melihat media sosial dan saya mendengarkan omong kosong yang dibicarakan Adhitia tentang konvoi dan ini semua.
Dengan, itu sepenuhnya omong kosong, kami belum memenangkan apa pun," tegas Hodak dengan nada tinggi dalam sesi konferensi pers pralaga, Jumat (22/5/2026).
Rusak Fokus Pemain dan Beri Motivasi Ekstra untuk Lawan
Menurut Hodak, euforia prematur yang dibangun oleh manajemen membawa dua dampak psikologis yang sangat fatal bagi tim. Pertama, memecah konsentrasi para pemain yang seharusnya fokus penuh pada taktik pertandingan.
Kedua, justru menjadi "bensin" motivasi bagi tim lawan untuk mempermalukan Persib di kandang sendiri.
"Ketika Anda terus menerus menunjukkan ini, yang pertama, Anda akan memotivasi lawan, dan nomor dua, pemain kami akan kehilangan fokus. Jadi berhentilah membicarakan semua hal ini tentang beberapa konvoi. Saya tidak peduli tentang konvoi, saya hanya peduli tentang pertandingan besok," cecar Hodak.
Ingatkan Bahaya Persijap Jepara: Lebih Baik dari Borneo FC
Kewaspadaan Hodak bukanlah tanpa alasan.
Di matanya, Persijap Jepara (Laskar Kalinyamat) bukanlah lawan sembarangan yang bisa diremehkan.
Secara mengejutkan, Hodak bahkan menilai kualitas Persijap lebih berbahaya ketimbang pesaing terdekat mereka di jalur juara, Borneo FC.
Catatan kelam di putaran pertama menjadi pengingat pahit. Persijap adalah satu dari segelintir tim yang sukses memberikan kekalahan bagi Pangeran Biru musim ini.
"Pemain harus siap 100 persen karena Persijap adalah tim yang bagus. Mereka lebih baik daripada Borneo. Mereka memiliki hasil bagus dalam beberapa pertandingan terakhir, jadi mereka pasti berbahaya. Mereka adalah salah satu tim yang mengalahkan kami," jelas pelatih berkepala plontos tersebut.
Menutup pernyataannya, Bojan Hodak memberikan instruksi tegas kepada seluruh Bobotoh dan elemen klub untuk melupakan sejenak segala bentuk perayaan.
Ia meminta semua pihak bersatu menjaga kondusivitas mental pemain agar bisa melewati 90 menit krusial yang bisa mengubah segalanya.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo