SOLOBALAPAN, BANDUNG — Peringatan keras bagi para pendukung Persib Bandung agar tidak merayakan gelar juara Super League 2025/2026 terlalu dini.
Meski rute konvoi dan pesta angkat piala sudah dirancang, sang lawan pamungkas, Persijap Jepara, menegaskan mereka tidak akan datang ke Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA) hanya untuk menjadi pelengkap pesta.
Laskar Kalinyamat dipastikan siap memberikan perlawanan habis-habisan dalam laga pekan ke-34 pada Sabtu (23/5/2026) mendatang.
Situasi ini sejalan dengan wejangan asisten pelatih Persib, Igor Tolic, yang sebelumnya meminta Bobotoh untuk tetap membumi karena takdir juara baru benar-benar aman jika minimal hasil imbang bisa diamankan.
Modal Kuat Persijap Usai Jinakkan Borneo FC
Melihat statusnya sebagai tim promosi, Persijap Jepara menjelma menjadi kuda hitam yang sangat mengerikan musim ini.
Tim kebanggaan publik Bumi Kartini tersebut baru saja mengirimkan sinyal bahaya ke Kota Kembang setelah sukses menahan imbang tanpa gol tim raksasa Borneo FC Samarinda pada laga sebelumnya.
Keberhasilan meredam agresivitas Pesut Etam yang dikenal memiliki materi pemain mewah menjadi bukti sahih betapa liat dan solidnya organisasi permainan anak-anak Jepara.
“Hasil imbang tanpa gol saat menjamu Borneo FC Samarinda menjadi bukti bahwa Laskar Kalinyamat bukan lawan yang mudah ditaklukkan,” bunyi rilis resmi di laman klub Persijap Jepara, Kamis (21/5/2026).
Senjata Mematikan: Tembok Kokoh dan Counter Attack Kilat
Persib Bandung wajib mewaspadai skema permainan Persijap yang cenderung tampil rapi tanpa beban.
Kekuatan utama tim asal Jawa Tengah ini terletak pada kedisiplinan lini belakang yang dikomandoi oleh Carlos Franca.
Tak hanya kuat dalam bertahan, Persijap memiliki transisi menyerang yang sangat mematikan melalui skema serangan balik cepat.
Keberadaan Carlos Franca yang kokoh di belakang serta ketajaman Sudi Abdallah di lini depan kerap menjadi pembeda sekaligus mimpi buruk bagi tim-tim mapan yang asyik menyerang.
Keuntungan Underdog: Datang Tanpa Beban
Pihak Persijap menilai tekanan psikologis justru saat ini berada sepenuhnya di pundak para penggawa Pangeran Biru.
Beban sejarah untuk mencetak hattrick juara di depan puluhan ribu Bobotoh bisa menjadi bumerang jika tidak dikelola dengan baik oleh Bojan Hodak.
“Bermain di kandang sendiri memang menjadi keuntungan, tetapi tekanan besar dalam laga penentuan juara bisa menghadirkan beban tersendiri. Persib membutuhkan kemenangan demi mengamankan peluang juara, sementara Persijap memiliki kesempatan untuk sekali lagi membuktikan bahwa tim underdog juga mampu menentukan arah perebutan gelar musim ini,” tulis pernyataan psywar dari Persijap.
Datang sebagai tim yang tidak diunggulkan membuat Persijap tampil lepas.
Target mereka jelas: merusak pesta pora di Bandung sekaligus membuktikan bahwa tim promosi pun memiliki taji untuk menentukan siapa raja sepak bola Indonesia sesungguhnya musim ini.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo