SOLOBALAPAN, SEPAK BOLA — Keputusan mengejutkan pelatih Timnas Brasil, Carlo Ancelotti, yang tetap memboyong Neymar ke dalam skuad final untuk mengarungi Piala Dunia 2026 terus memantik gelombang perdebatan.
Kali ini, kritik tajam datang langsung dari kapten legendaris yang membawa Brasil angkat trofi Piala Dunia 2002, Cafu.
Cafu secara terbuka menilai bahwa Neymar sudah tidak lagi pantas mengemban ban kapten dan memimpin ruang ganti Tim Samba di turnamen akbar tersebut.
Sebagai gantinya, ia menunjuk dua nama senior lain yang dinilai jauh lebih memiliki jiwa kepemimpinan karismatik, yakni Casemiro dan Marquinhos.
Kontroversi Pemanggilan Neymar yang Rentan Cedera
Pemanggilan Neymar oleh Ancelotti memang mengundang banyak tanda tanya di kalangan publik sepak bola Brasil.
Pemain bintang yang kini berseragam Santos tersebut tercatat sudah absen membela panji Selecao sejak Oktober 2023 silam pasca-laga kontra Uruguay.
Faktor kebugaran fisik menjadi rapor merah utama bagi pemain berusia 34 tahun ini. Selama beberapa musim terakhir, Neymar berulang kali dihantam cedera parah.
Bahkan di kompetisi domestik musim ini, ia tercatat baru mencicipi 7 pertandingan bersama Santos akibat problem cedera lutut yang berkepanjangan.
Meski demikian, Ancelotti disinyalir masih sangat membutuhkan magis pengalaman serta mentalitas juara dari eks bintang Barcelona dan PSG tersebut.
Sepanjang karier internasionalnya, Neymar telah mengoleksi 128 penampilan dengan gelontoran 79 gol untuk negaranya.
Cafu: Pemimpin Sejati Itu Casemiro atau Marquinhos
Bagi Cafu, status megabintang dan jumlah gol tidak otomatis menjadikan seseorang sebagai pemimpin yang cakap di atas lapangan hijau.
Ia melihat karakter kepemimpinan sejati justru terpancar dari ketenangan Casemiro dan kedewasaan Marquinhos saat mengawal tim selama babak Kualifikasi Piala Dunia 2026.
"Saya melihat Casemiro dan Marquinhos sebagai pemimpin yang baik, cara mereka menempatkan diri di lapangan dan berkomunikasi dengan wasit, lalu cara mereka berbicara dengan para pemain. Saya melihat keduanya sebagai dua pemimpin hebat tim nasional Brasil saat ini," tegas Cafu seperti dikutip dari FOX Sports, Selasa (19/5/2026).
Menurut bek kanan legendaris tersebut, kapten tim nasional membutuhkan sosok yang mampu menjadi jembatan taktis dan emosional di tengah tingginya tekanan turnamen, sebuah atribut yang menurutnya lebih melekat pada diri Casemiro dan Marquinhos ketimbang Neymar yang kerap disorot karena aksi-aksi kontroversialnya di luar lapangan.
Peta internal ruang ganti Brasil kini menjadi teka-teki menarik. Menarik untuk dinantikan apakah Don Carlo akan mendengarkan petuah sang legenda untuk menyerahkan ban kapten kepada Casemiro/Marquinhos, atau tetap memercayakan tongkat komando kepada Neymar demi menjaga ego sang bintang utama.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo