MUNCHEN, SOLOBALAPAN.COM – Paris Saint-Germain akan menghadapi Arsenal dalam partai final Liga Champions UEFA 2025–2026 yang digelar di Puskás Aréna pada 30 Mei mendatang.
PSG yang berstatus juara bertahan berhasil mencapai final usai melewati jalur berat sepanjang fase gugur. Sementara Arsenal datang dengan catatan impresif sebagai satu-satunya tim yang belum terkalahkan di Liga Champions musim ini.
Baca Juga: Final Liga Champions Arsenal vs PSG Dimajukan Tiga Jam, UEFA Ingin Malam Final Jadi Pesta Keluarga
The Gunners mencatatkan 11 kemenangan dan tiga hasil imbang sepanjang kompetisi. Di sisi lain, Les Parisiens mengoleksi 10 kemenangan, empat hasil seri, dan dua kekalahan, termasuk harus melewati babak playoff sebelum masuk fase knockout.
Pelatih PSG, Luis Enrique, menilai perjalanan timnya menuju final jauh lebih sulit dibanding Arsenal.
PSG harus menghadapi lawan-lawan berat seperti Chelsea di babak 16 besar, Liverpool FC di perempat final, hingga Bayern Munich pada semifinal.
Selain itu, PSG juga sempat bertemu FC Barcelona dan Sporting CP sejak fase league.
Bandingkan dengan Arsenal yang bertemu Bayer Leverkusen, Sporting CP, dan Atlético Madrid di fase gugur. Di fase league, skuad asuhan Mikel Arteta juga menghadapi beberapa tim dari luar lima liga elite Eropa seperti Olympiacos, Slavia Prague, Club Brugge, dan FC Kairat.
“Kalian ingat apa yang pernah aku katakan setelah fase league? Aku mengatakan bahwa kami musim ini memiliki tim yang lebih kuat. Kalian mengkritik kami dan kini kami berhasil mencapai final,” ujar Luis Enrique.
Baca Juga: Harga Gabah Masih Tinggi, Petani Sukoharjo Bersyukur Lewat Tradisi Sedekah Bumi
PSG Lebih Agresif Musim Ini
Performa PSG musim ini juga dinilai lebih matang dibanding musim lalu. Jika pada edisi sebelumnya PSG menelan lima kekalahan sebelum mencapai final, musim ini mereka hanya kalah dua kali.
Produktivitas gol Les Parisiens juga meningkat tajam. PSG telah mencetak 44 gol sebelum final, lebih baik dibanding musim lalu yang hanya menghasilkan 37 gol.
Gelandang PSG, João Neves, menyebut timnya kini mampu memadukan permainan menyerang dan bertahan dengan lebih seimbang.
“Kami tidak terbiasa bermain bertahan selama itu. Kami menunjukkan tim seperti apa kami sebenarnya. Ini musim yang luar biasa,” ujarnya kepada L’Equipe.
PSG Tak Asing dengan Budapest
Meski baru pertama kali menjadi tuan rumah final Liga Champions, Budapest ternyata bukan kota asing bagi PSG.
Baca Juga: Drawing Piala AFF U-19 2026: Indonesia Satu Grup dengan Vietnam
Klub asal Prancis tersebut pernah dua kali meraih kemenangan di ibu kota Hungaria itu, yakni saat mengalahkan Vác FC pada kualifikasi Liga Champions 1994-1995 dan menundukkan Újpest FC di ajang Piala UEFA.
Wide attacker PSG asal Georgia, Khvicha Kvaratskhelia, optimistis timnya mampu menghadapi final di mana pun.
“Kami telah melewati laga di kandang Bayern, laga yang menurutku paling sulit musim ini. Artinya, kami bisa melewati laga di mana pun,” katanya. (an)
Editor : Andi Aris Widiyanto