SOLOBALAPAN, BANDUNG— Pengalaman memang tidak bisa berbohong.
Layvin Kurzawa, eks bek Timnas Prancis dan Paris Saint-Germain (PSG), akhirnya menunjukkan kelasnya saat Persib Bandung sangat membutuhkannya.
Dalam laga krusial melawan Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Bandar Lampung, Kamis (30/4/2026), Kurzawa menjadi kunci kemenangan comeback dramatis Maung Bandung.
Sempat tertinggal 1-2 di babak pertama dan tampil di bawah tekanan, Persib berhasil membalikkan keadaan menjadi 4-2 berkat perubahan taktik jitu dari pelatih Bojan Hodak.
Pembuktian Kualitas dalam 45 Menit
Sebelum laga ini, Kurzawa lebih sering menghuni bangku cadangan atau hanya bermain sebagai pemain pengganti di 5 menit terakhir laga.
Baca Juga: Jadwal Neraka Persib Bandung di Sisa Musim, Inilah 5 Laga Final Penentu Gelar Juara Maung Bandung
Namun, melihat sisi kiri pertahanan yang kewalahan, Bojan Hodak memasukkan Kurzawa di awal babak kedua menggantikan Robi Darwis.
Hasilnya instan. Hanya butuh empat menit di lapangan, Kurzawa mengirimkan assist ciamik berupa umpan silang melengkung tajam yang disambar sundulan Berguinho.
Gol penyeimbang (2-2) tersebut menjadi titik balik mentalitas Persib untuk kemudian menambah dua gol lagi melalui Beckham Putra dan Adam Alis.
Statistik Gemilang Kurzawa di Laga Comeback:
-
Menit Bermain: 45 Menit (Menit bermain terlama di liga sejauh ini).
-
Kontribusi Serang: 1 Assist (Assist perdana untuk Persib).
-
Pertahanan: Clean sheet di babak kedua (Persib tidak kebobolan setelah ia masuk).
-
Mentalitas: Menstabilkan kepanikan lini belakang di babak pertama.
Komentar Bojan Hodak: Dari Panik Menjadi Dominan
Pelatih Persib, Bojan Hodak, mengakui timnya sempat kehilangan arah di babak pertama.
Masuknya pemain berpengalaman seperti Kurzawa terbukti memberikan ketenangan yang dibutuhkan tim saat mengejar gelar juara.
"Kami memasuki laga dengan salah, memberi mereka banyak ruang kosong. Kami terlihat seperti panik secara massal," ujar Bojan usai laga.
"Tapi di babak kedua, saya melihat hanya satu arah bola. Tiga poin yang bagus dan kami bisa fokus di laga selanjutnya."
Tempel Ketat Borneo FC di Jalur Juara
Kemenangan ini membuat persaingan gelar juara Super League 2025/2026 semakin panas.
Saat ini, Persib Bandung dan Borneo FC sama-sama mengoleksi 69 poin.
Dengan empat laga sisa yang tersisa, kehadiran pemain dengan mentalitas juara Eropa seperti Layvin Kurzawa bisa menjadi faktor pembeda (X-factor) yang menguntungkan Persib dibandingkan sang rival.
Jika Kurzawa terus konsisten memberikan kontribusi di saat kritis, gelar juara bukan lagi sekadar mimpi bagi Bobotoh.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo