SOLOBALAPAN, BANDUNG — Persaingan memperebutkan takhta tertinggi Super League 2025/2026 telah memasuki fase paling krusial.
Manajer PERSIB, Umuh Muchtar, bergerak cepat memompa motivasi anak asuh Bojan Hodak menjelang laga bertajuk big match melawan Arema FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Jumat (24/4/2026).
Umuh menegaskan bahwa enam pertandingan sisa di penghujung musim ini adalah final yang sesungguhnya bagi Laskar Maung Bandung.
Tidak ada ruang untuk kesalahan sekecil apa pun jika Persib ingin mengunci gelar juara dan membawa trofi kembali ke Kota Kembang.
Mentalitas Juara: Menang Adalah Harga Mati
Kegagalan meraih poin penuh saat ditahan imbang Dewa United awal pekan lalu sempat menjadi ujian bagi mentalitas tim.
Namun, Umuh meminta para pemain segera bangkit dan menjadikan kekecewaan tersebut sebagai bahan bakar untuk melumat lawan di kandang sendiri.
"Enam laga lagi, tidak ada kata kalah. Menang, menang, dan menang. Intinya itu, tim harus tetap semangat dan jangan pernah anggap remeh siapa pun lawan kita," tegas sosok yang akrab disapa Wa Haji tersebut.
Ia mengingatkan bahwa fokus penuh selama 90 menit menjadi instruksi mutlak bagi Marc Klok dan kawan-kawan untuk menjaga marwah pemimpin klasemen.
Waspada Motivasi Berlipat Arema FC
Meski Arema FC saat ini masih berkutat di papan tengah, Umuh memperingatkan bahwa tim lawan selalu memiliki motivasi berlipat saat menghadapi pemuncak klasemen.
Status Arema sebagai tim besar tetap harus diwaspadai, terlepas dari posisi mereka di tabel klasemen saat ini.
Kemenangan atas Arema bukan sekadar soal gengsi kedaerahan, melainkan langkah strategis untuk menjauh dari kejaran para rival. Saat ini, posisi Persib di puncak klasemen memang belum sepenuhnya aman dari tekanan hebat dua pesaing terdekatnya:
-
Borneo FC: Konsisten menguntit di posisi kedua dengan selisih poin yang sangat tipis.
-
Persija Jakarta: Rival abadi yang terus menunjukkan tren positif dan mengincar celah untuk menyalip di tikungan akhir.
Nasib Juara di Tangan Sendiri
Dengan dukungan penuh dari manajemen dan strategi dingin dari pelatih Bojan Hodak, Persib Bandung kini memegang nasib mereka di tangan sendiri.
Jika mampu menyapu bersih sisa laga dengan kemenangan, gelar juara dipastikan tidak akan lari ke tangan tim lain.
Duel melawan Arema FC esok hari akan menjadi pembuktian nyata apakah mentalitas sang calon juara sudah cukup tangguh untuk menuntaskan misi besar musim ini.
Seluruh mata pendukung fanatik Persib kini tertuju pada GBLA, menanti aksi heroik para penggawa Maung Bandung dalam mengamankan poin penuh.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo