SOLOBALAPAN, GIANYAR — Hasil imbang 1-1 yang diraih Persija Jakarta saat menghadapi PSIM Yogyakarta pada pekan ke-29 Super League 2025/2026 menjadi titik balik yang pahit.
Laga yang berlangsung di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Bali, tersebut bukan sekadar kehilangan dua poin, melainkan sinyal kuat memudarnya peluang Macan Kemayoran dalam perburuan gelar juara musim ini.
Persija kini harus menerima kenyataan pahit tertahan di peringkat ketiga dengan koleksi 59 poin.
Jarak enam angka dari pemuncak klasemen, Persib Bandung (65 poin), dan empat angka dari Borneo FC (63 poin), membuat langkah tim asuhan Mauricio Souza semakin berat di sisa kompetisi.
Penyesalan Maxwell Souza di Titik Putih
Pertandingan sebenarnya berjalan sangat dinamis sejak awal.
PSIM Yogyakarta memberikan kejutan lewat gol cepat Ezequiel Vidal pada menit keempat setelah memanfaatkan kelengahan lini pertahanan Persija.
Macan Kemayoran sempat bangkit melalui eksekusi penalti Allano Lima pada menit ke-20 yang menyamakan kedudukan menjadi 1-1.
Momen kunci terjadi menjelang akhir babak pertama saat Persija kembali mendapatkan hadiah penalti.
Sayangnya, Maxwell Souza gagal menjalankan tugasnya setelah tendangannya ditepis dengan gemilang oleh mantan kiper Persija, Cahya Supriadi.
Kegagalan ini menjadi titik balik mental yang membuat dominasi Persija di babak kedua seolah tumpul di hadapan pertahanan rapat Laskar Mataram.
Rivalitas Kini Milik Persib dan Borneo FC
Secara matematis, Persija memang belum sepenuhnya tersingkir. Namun secara praktis, fokus perebutan takhta juara kini mengerucut pada duel sengit antara Persib Bandung dan Borneo FC Samarinda.
Kedua tim ini menunjukkan konsistensi yang lebih stabil dan memiliki kendali penuh atas nasib mereka sendiri di puncak klasemen.
Pelatih Persib, Bojan Hodak, menekankan pentingnya ketenangan mental di fase akhir musim ini. "Pada akhirnya, kami harus tenang dan fokus terhadap permainan yang kami miliki," tegasnya.
Sementara itu, Borneo FC berada di posisi yang sangat ideal untuk mengudeta posisi puncak jika Persib terpeleset sedikit saja di sisa laga.
Efektivitas Jadi Pelajaran Pahit
Bagi Persija Jakarta, hasil imbang melawan PSIM menjadi pelajaran berharga tentang pentingnya penyelesaian akhir.
Dominasi penguasaan bola yang ditunjukkan sepanjang babak kedua tetap tidak mampu memecah kebuntuan meski Mauricio Souza sudah memasukkan tenaga baru seperti Gustavo Almeida.
Kini, Macan Kemayoran harus berharap pada skenario yang sangat sulit: memenangkan semua laga sisa sembari menunggu Persib dan Borneo FC mengalami kekalahan beruntun.
Jika tidak, Persija harus rela melepas mimpi juara dan fokus mengamankan posisi di zona papan atas.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo