Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo

Wonderkid Tercoreng Insiden, Pembinaan Sepak Bola Muda Dipertanyakan

Niko Auglandy • Senin, 20 April 2026 | 09:40 WIB
Tendangan Brutal Fadly Alberto di EPA U-20 mengarah ke pemain Bhayangkara U-20. (screenshoot)
Tendangan Brutal Fadly Alberto di EPA U-20 mengarah ke pemain Bhayangkara U-20. (screenshoot)

SOLOBALAPAN.COM – Nama Fadly Alberto mendadak menjadi perbincangan luas publik. Bukan karena prestasi, melainkan aksi kontroversialnya dalam laga Elite Pro Academy U-20 2025/2026 yang dinilai mencederai nilai sportivitas.

Pemain Bhayangkara FC U-20 tersebut viral usai melakukan tendangan keras bergaya “kungfu” ke arah kepala pemain Dewa United U-20. Insiden itu terjadi pada pekan ke-32 di Stadion Citarum, Minggu (19/4/2026).

Dalam pertandingan tersebut, Dewa United U-20 menang dengan skor 2-1. Namun, hasil laga justru tenggelam oleh insiden panas yang terjadi setelah peluit panjang dibunyikan.

Baca Juga: Siapa Nus Kei? Geger Politikus Golkar Ditikam 2 Orang Tak Dikenal di Bandara, Benarkah karena Dendam?

Kronologi Insiden yang Memicu Kericuhan

Ketegangan antar pemain sebenarnya sudah terlihat sejak akhir pertandingan. Adu argumen antar pemain tak terhindarkan dan situasi mulai memanas.

Di tengah kondisi tersebut, Fadly tiba-tiba berlari dari belakang dan melayangkan tendangan keras ke arah kepala pemain lawan. Aksi tersebut membuat korban langsung terkapar dan harus mendapatkan pertolongan di pinggir lapangan.

Insiden itu memicu keributan lebih luas. Sejumlah pemain terlibat aksi saling kejar sebelum akhirnya situasi berhasil diredam oleh ofisial dan pihak keamanan.

Peristiwa ini menimbulkan pertanyaan serius: bagaimana mungkin kompetisi usia muda yang seharusnya menjadi ruang pembinaan justru diwarnai tindakan kekerasan yang membahayakan?

Rekam Jejak Gemilang yang Kini Ternoda

Di balik kontroversi tersebut, Fadly Alberto sejatinya bukan nama baru. Ia dikenal sebagai salah satu talenta muda potensial yang sempat mencuri perhatian publik.

Baca Juga: Berburu Buku Murah di Alun-Alun Utara Solo: Pesona Taman Buku yang Tak Pernah Sepi

Pemain kelahiran Timika, Papua Tengah, 22 Juni 2008 itu besar di Bojonegoro, Jawa Timur. Bakatnya mulai terlihat sejak menimba ilmu di SSB Sukorejo Putra sebelum direkrut Bhayangkara FC kelompok usia pada 2023.

Kariernya semakin menanjak saat dipanggil oleh pelatih Nova Arianto untuk memperkuat Timnas Indonesia U-17. Bersama skuad Garuda Muda, ia tampil di Piala AFF U-17 2024 dan berhasil membawa Indonesia finis di posisi ketiga.

Performa impresifnya berlanjut di Piala Asia U-17 2025, di mana Indonesia melaju hingga perempat final sekaligus mengamankan tiket ke Piala Dunia U-17 2025.

Bahkan, namanya sempat masuk dalam daftar 10 calon bintang muda Asia versi FIFA, bersanding dengan talenta dari Jepang, Korea Selatan, dan Uzbekistan.

Di ajang Piala Dunia U-17 2025, Fadly juga mencatatkan momen penting dengan mencetak gol kemenangan saat Indonesia mengalahkan Honduras 2-1—sebuah kemenangan bersejarah bagi Garuda Muda.

Kritik untuk Sistem Pembinaan

Namun, insiden di EPA U-20 menjadi titik balik yang memunculkan kritik terhadap sistem pembinaan sepak bola usia muda di Indonesia.

Baca Juga: Obat Keras Masih Lolos Beredar, Polisi Ungkap Jaringan Trihexyphenidyl di Karanganyar

Banyak pihak menilai bahwa pembinaan selama ini terlalu berfokus pada aspek teknis dan prestasi, sementara penguatan karakter dan pengendalian emosi kerap terabaikan.

Tanpa pembinaan mental yang kuat, talenta besar sekalipun berpotensi kehilangan arah. Insiden ini menjadi pengingat bahwa sepak bola bukan sekadar soal kemampuan bermain, tetapi juga integritas dan sportivitas.

Jika tidak ditangani secara tegas—baik melalui sanksi maupun evaluasi sistem—maka kasus serupa berpotensi terulang dan merusak masa depan sepak bola Indonesia itu sendiri. (nik/an)

Editor : Andi Aris Widiyanto
#elite pro academy #Bhayangkara FC U-20 #keributan Bhayangkara FC U-20 vs Dewa united U-20 #tendangan kungfu #Fadly Alberto