Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Buntut Kisruh Paspor di Liga Belanda, Wiljan Pluim Buka-bukaan Pernah Dipaksa Naturalisasi Jadi WNI demi Slot Pemain Lokal

Didi Agung Eko Purnomo • Kamis, 9 April 2026 | 17:48 WIB
Wiljan Pluim.
Wiljan Pluim.

 

SOLOBALAPAN, MAKASSAR - Legenda hidup PSM Makassar, Wiljan Pluim, mendadak menjadi sorotan setelah buka suara terkait skandal paspor yang tengah mengguncang Liga Belanda (Eredivisie).

Skandal ini disinyalir berdampak pada kelayakan puluhan pemain, termasuk sejumlah pilar Timnas Indonesia yang berkarier di sana.

Pluim yang telah merumput di Indonesia sejak 2016 hingga pensiun di Borneo FC pada 2024, membeberkan pengalamannya saat mendapatkan tekanan untuk menjalani proses naturalisasi menjadi Warga Negara Indonesia (WNI).

Tekanan dari Oknum Federasi dan Klub

Pemain yang membawa PSM Makassar menjuarai Liga 1 2022/2023 ini mengaku sempat "dipaksa" oleh oknum PSSI dan klub tempatnya bernaung untuk menerima paspor Indonesia.

Alasan utamanya adalah demi menguntungkan klub agar Pluim terhitung sebagai pemain lokal, sehingga klub bisa menambah slot pemain asing baru.

Baca Juga: Update Skandal Paspor Kini Merembet ke Liga Belgia, Bagaimana Nasib Ragnar Oratmangoen dan Joey Pelupessy? Ini Klarifikasi Kemenkumham

“Saya ditekan oleh federasi dan klub untuk mendapatkan paspor tersebut. Jika Anda menjadi pemain lokal, itu menguntungkan karena klub hanya diperbolehkan memiliki sejumlah pemain asing tertentu," ujar Pluim dalam wawancaranya bersama ESPN, dikutip Kamis (9/4/2026).

Bongkar Praktik "Paspor Ganda" yang Tidak Jelas

Hal yang paling mengejutkan adalah pengakuan Pluim mengenai adanya saran dari oknum tertentu agar dirinya tetap menyimpan identitas Belanda meski sudah menjadi WNI. Padahal, Indonesia secara hukum tidak mengenal kewarganegaraan ganda (bipatride).

"Mereka selalu mengatakan: 'Secara teknis tidak diperbolehkan, tetapi selama Anda menyimpan kartu identitas Belanda Anda, Anda dapat memasuki negara ini tanpa visa.' Segala macam hal seperti itu," ungkap mantan pemain Vitesse ini.

Pluim merasa ada yang tidak beres dengan tawaran tersebut. Ia menganggap hal itu didasari atas janji-janji palsu. "Saya pikir semuanya terjadi di bawah janji palsu. Seperti: ‘jika Anda tidak membicarakannya, itu tidak akan diperhatikan’," imbuhnya.

Alasan Tegas Menolak Menjadi WNI

Meski iming-iming nilai kontrak yang lebih tinggi sebagai pemain lokal sangat menggoda, Pluim memilih setia pada paspor Belandanya.

Ia menyadari risiko besar yang harus diambil jika kehilangan status warga negara asalnya, terutama keinginannya untuk menetap di Belanda setelah gantung sepatu.

Keberanian Pluim mengungkap "borok" ini seolah mengonfirmasi mengapa skandal paspor di Liga Belanda bisa meledak sekarang, terutama setelah munculnya ketidakkonsistenan data pemain diaspora yang memiliki dokumen ganda di mata hukum internasional.

Profil Tokoh: Wiljan Pluim

(did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#Wiljan Pluim #liga belanda #paspor #pemain lokal #wni