SOLOBALAPAN.COM — Situasi kritis kini menghimpit PSIS Semarang dalam lanjutan Grup Timur Championship 2025/2026.
Menjamu Barito Putera di Stadion Jatidiri, Minggu (5/4/2026), Mahesa Jenar dipaksa menelan pil pahit setelah kalah tipis 0-1.
Gol semata wayang dalam laga ini lahir dari kaki gelandang senior Bayu Pradana pada menit ke-24, memanfaatkan blunder barisan pertahanan tuan rumah.
Baca Juga: Rapor Debut Cyrus Margono: Akurasi Umpan Mewah 93% Tapi Kebobolan 3 Gol, Ini Kata Mauricio Souza!
Terpaku di Peringkat 8, Bayang-bayang Persiba Mengintai
Kekalahan ini membuat posisi PSIS Semarang sangat rawan. Saat ini, mereka tertahan di peringkat ke-8 dari 10 tim.
Jarak poin dengan Persiba Balikpapan di posisi ke-9 kini hanya selisih dua angka.
Jika tidak segera bangkit, PSIS terancam terjerembap ke zona degradasi kembali atau harus berjuang melalui jalur play-off yang melelahkan.
Andri Ramawi: "Ini Tanggung Jawab Saya"
Pelatih PSIS, Andri Ramawi, tidak menutupi rasa kecewanya atas hasil minor di kandang sendiri.
Ia mengakui bahwa strategi ofensif yang diterapkan di babak kedua gagal menembus tembok kokoh Barito Putera.
“Terima kasih atas perjuangan semua pemain. Kita kecewa karena tidak bisa menang di kandang. Ini jadi tanggung jawab saya, dan kami akan berusaha memperbaiki di laga berikutnya. Peluang yang ada belum bisa dimaksimalkan,” ujar Andri Ramawi, dikutip dari JawaPos.com, Selasa (7/4/2026).
Empat Laga Sisa Ibarat Final
Dengan sisa empat pertandingan di putaran ketiga, PSIS Semarang tidak punya ruang lagi untuk melakukan kesalahan.
Tekanan psikologis kini berada di pundak para pemain untuk menjauh dari kejaran Persiba Balikpapan dan juru kunci Persipal FC.
Target tim sudah bulat: mengamankan poin penuh di laga tersisa demi bertahan di kasta kompetisi tanpa harus melewati fase play-off.
"Semua laga sisa adalah final. Posisi kita belum aman," pungkas Andri. (dam)
Editor : Damianus Bram