SOLOBALAPAN.COM — Tekanan hebat sedang menggelayuti markas Bali United FC jelang laga pekan ke-26 Super League 2025/2026.
Menjamu PSBS Biak di Stadion Kapten I Wayan Dipta, Senin (6/4/2026) malam, kemenangan menjadi harga mati yang tidak bisa ditawar lagi bagi Serdadu Tridatu.
Kegagalan memetik poin saat dilumat Persis Solo di laga sebelumnya membuat pelatih Johnny Jansen meradang dan menuntut respons instan dari anak asuhnya.
Baca Juga: Timnas Futsal Indonesia Lumat Brunei Darussalam 7-0! Muhammad Sanjaya Menggila, Cetak Hattrick
Momentum Bangkit dari Peringkat 10
Saat ini, Bali United masih tertahan di peringkat ke-10 dengan koleksi 33 poin. Posisi yang jauh dari kata ideal bagi tim raksasa asal Pulau Dewata tersebut.
Jansen menegaskan bahwa jeda kompetisi seharusnya sudah cukup bagi pemain untuk memulihkan fisik dan mental.
“Kita tidak ingin kalah dan harus menang. Kita ingin mengontrol pertandingan dan bisa memulai semuanya dengan baik dengan mencetak gol sehingga meraih hasil positif,” ujar Johnny Jansen tegas, Senin (6/4/2026).
Belajar dari Luka Lawan Persis Solo
Kekalahan telak dari Laskar Sambernyawa menjadi pelajaran pahit yang harus segera dilupakan namun tetap dievaluasi.
Jansen menyoroti hilangnya kontrol permainan di laga tersebut dan meminta para pemainnya tampil agresif sejak peluit pertama dibunyikan malam nanti.
Dukungan penuh Semeton Dewata di tribun diharapkan menjadi pemain ke-12 yang mampu mendongkrak motivasi pemain yang sempat down.
Jangan Remehkan 'Badai Pasifik'
Meski PSBS Biak saat ini berada di dasar klasemen, Jansen memperingatkan timnya agar tidak jemawa.
Badai Pasifik -julukan PSBS Biak- justru datang dengan motivasi berlipat untuk mencuri poin demi keluar dari zona merah.
“Kami harus belajar dari pertandingan sebelumnya. Tidak ada lawan yang mudah,” tambah suksesor Stefano Cugurra tersebut.
Pertandingan ini diprediksi akan berjalan dengan tensi tinggi. Jika Bali United gagal mengamankan tiga poin di kandang sendiri, posisi Jansen di kursi kepelatihan dipastikan bakal semakin "panas" digoyang kritik suporter. (dam)
Editor : Damianus Bram