SOLOBALAPAN.COM – Persija Jakarta mengusung misi bangkit dalam lanjutan pekan ke-25 Super League 2025/2026.
Bertandang ke markas Bhayangkara FC di Stadion Sumpah Pemuda, Lampung, Minggu (5/4/2026), Macan Kemayoran dituntut tampil klinis meski kehilangan sejumlah pilar utama.
Pelatih Mauricio Souza mengakui bahwa Bhayangkara FC di putaran kedua ini adalah tim yang berbeda dan jauh lebih solid dibandingkan pertemuan pertama lalu.
Lini Depan 'Ompong', DNA Menyerang Tetap Harga Mati
Tantangan terbesar bagi Persija Jakarta sore ini adalah absennya Emaxwell Souza. Sang striker andalan yang sudah mengoleksi 13 gol tersebut harus menepi akibat akumulasi kartu.
Tak hanya itu, dua pemain, yakni Mauro Ziljstra dan Hanif Sjahbandi juga masih dalam proses pemulihan cedera. Meski begitu, Mauricio Souza menegaskan Persija tidak akan bermain "parkir bus".
“Kami memiliki DNA permainan yang jelas. Di mana pun dan melawan siapa pun, kami akan selalu berusaha meraih kemenangan dengan gaya bermain ofensif. Mungkin ada sedikit penyesuaian strategi karena absennya beberapa pemain, tapi filosofi menyerang kami tetap sama,” tegas Mauricio Souza.
Menghadapi Tembok Kokoh The Guardian
Bhayangkara FC datang dengan modal yang bikin ngeri. Mereka mencatatkan 5 kemenangan beruntun dengan produktivitas 14 gol dan hanya kebobolan 5 kali.
Lini pertahanan tuan rumah yang digalang bek-bek tangguh menjadi ujian bagi efektivitas serangan Persija.
Di lini belakang Persija, sosok Rizky Ridho akan kembali menjadi jenderal lapangan tengah untuk meredam agresivitas Bhayangkara FC yang sedang on fire.
Strategi Efektivitas Jadi Kunci
Tanpa finisher utama, Mauricio Souza kemungkinan akan mengandalkan kolektivitas lini tengah dan kecepatan sayap untuk membongkar pertahanan lawan.
"Kuncinya adalah bermain efektif saat menyerang dan memaksimalkan setiap peluang sekecil apa pun yang tercipta," tambah pelatih asal Brasil tersebut.
Kemenangan 3-1 Persija di putaran pertama kini hanyalah sejarah. Dinamika baru di Stadion Sumpah Pemuda diprediksi akan menyuguhkan duel taktik tingkat tinggi selama 90 menit penuh tensi. (dam)
Editor : Damianus Bram