SOLOBALAPAN, JAKARTA - Bek andalan Timnas Indonesia, Kevin Diks, tengah berada di bawah sorotan tajam netizen tanah air.
Pemain kelahiran 6 Oktober 1996 tersebut menjadi sasaran amarah penggemar setelah dianggap melakukan kesalahan fatal yang berujung kekalahan tipis Skuad Garuda dari Bulgaria dalam laga final FIFA Series 2026 di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK).
Blunder Penalti di Menit Krusial
Kesalahan tersebut terjadi saat Kevin Diks melanggar pemain Bulgaria, Zdravko Dimitrov, di dalam kotak terlarang.
Wasit asal Malaysia, Muhammad Nazmi bin Nasaruddin, tanpa ragu menunjuk titik putih. Marin Petkov yang maju sebagai algojo sukses menaklukkan kiper Indonesia pada menit ke-37, yang menjadi satu-satunya gol kemenangan bagi Bulgaria.
Banyak penggemar menyayangkan kecerobohan mantan pemain FC Copenhagen tersebut di media sosial pribadinya.
Netizen menilai, dengan pengalaman internasionalnya, Diks seharusnya bisa bermain lebih bijak dan tenang dalam situasi satu lawan satu di area kotak penalti.
Statistik: Antara Blunder dan Kontribusi Nyata
Meski melakukan kesalahan fatal, data statistik menunjukkan bahwa Kevin Diks sebenarnya bermain cukup impresif sepanjang 90 menit. Melansir dari Lapangbola, bek berdarah Maluku ini mencatatkan rating 6,7.
Diks sangat aktif dalam membantu serangan maupun transisi tim. Ia mencatatkan 33 umpan sukses dan hanya meleset 14 kali.
Bahkan, pelatih John Herdman memberikan kepercayaan penuh kepada Diks untuk mengambil enam eksekusi bola mati (tendangan penjuru dan bebas), meskipun belum membuahkan ancaman serius ke gawang lawan.
Rincian Statistik Kevin Diks vs Bulgaria:
| Kategori Statistik | Catatan |
| Menit Bermain | 90 Menit |
| Umpan Sukses | 33 |
| Umpan Gagal | 14 |
| Bola Mati (Corner/Free Kick) | 6 Kali |
| Rating Akhir | 6,7 |
Performa Kontras di Klub dan Timnas
Kekecewaan penggemar semakin memuncak mengingat performa Kevin Diks di klubnya saat ini, Borussia Monchengladbach, sedang berada di puncak.
Di bawah asuhan Eugen Polanski, pemain asal Apeldoorn ini menjadi pilihan utama di lini pertahanan tim berjuluk Die Fohlen tersebut.
Dari 27 laga di musim ini, Diks bahkan telah menyumbangkan empat gol untuk Monchengladbach.
Kontribusi maksimal dari pemilik 10 caps dan dua gol untuk Timnas Indonesia ini sangat dinanti untuk mendongkrak daya gedor skuad asuhan John Herdman di turnamen-turnamen mendatang.
Publik kini menantikan bagaimana mentalitas Kevin Diks bangkit dari kritik pedas ini untuk membuktikan kualitasnya sebagai bek kelas Eropa di pertandingan internasional selanjutnya. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo