SOLOBALAPAN, BOYOLALI - Di balik gemerlap lampu Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) dan pujian setinggi langit dari pelatih John Herdman, terselip kisah perjuangan luar biasa dari keluarga Dony Tri Pamungkas.
Bintang muda Timnas Indonesia asal Kabupaten Boyolali ini tumbuh dari keluarga sederhana yang memegang teguh nilai kerja keras.
Meski sang putra kini menjadi idola baru Skuad Garuda, sang ibunda, Saparti (56), memilih tetap setia berjualan es kelapa di pinggir jalan.
Tetap Jualan Es Kelapa Demi Mengenang Perjuangan
Dukuh Tegalrejo, Desa Gumukrejo, Kecamatan Teras, menjadi saksi bisu bagaimana Dony dibesarkan.
Saparti mengaku hingga kini masih aktif berjualan es kelapa, usaha yang ia rintis bersama mendiang suaminya, Slameto, yang dulu bekerja sebagai tukang tambal ban. Sang ayah sendiri telah berpulang pada tahun 2022 lalu.
"Sampai sekarang tetap saya pertahankan. Selagi ibu masih diberi kesehatan, tetap jualan es kelapa. Saya harus mengingat perjuangan saya, bapaknya dulu tambal ban, ibu itu awalnya tidak punya apa-apa," ujar Saparti saat ditemui pada Sabtu (28/3/2026).
Baginya, usaha es kelapa tersebut bukan sekadar mencari materi, melainkan monumen pengingat bagaimana ia membiayai mimpi Dony dan kakaknya, Joko Sasongko, hingga sukses di dunia sepak bola.
Tradisi Nyekar Sebelum Panggilan Negara
Meski kini berstatus pemain bintang di Persija Jakarta dan Timnas Indonesia, Dony Tri dikenal sebagai sosok yang sangat berbakti. Saparti menceritakan bahwa sebelum memenuhi panggilan John Herdman untuk ajang FIFA Series 2026, Dony menyempatkan diri pulang ke Boyolali.
Agenda utamanya adalah berziarah atau "nyekar" ke makam sang ayah. "Setiap ada panggilan Timnas, dia selalu meluangkan waktu pulang walau hanya satu dua hari untuk nyekar bapaknya," jelas Saparti. Selain berziarah, Dony juga memanfaatkan waktu singkat tersebut untuk bersilaturahmi dengan nenek dan kerabatnya di kampung halaman menjelang Lebaran.
Kebanggaan Warga Boyolali
Keberhasilan Dony menembus skuad utama Timnas Indonesia tidak hanya membanggakan keluarga, tetapi juga seluruh warga Desa Gumukrejo. Aris Mulyono (36), salah satu tetangga, menyebut Dony dan kakaknya telah mengangkat nama Boyolali ke kancah nasional bahkan internasional.
"Gara-gara Dony dan Joko Sasongko, Boyolali jadi dikenal sampai luar Jawa, bahkan se-Indonesia. Namanya bisa mengharumkan nama daerah, ya pasti bangga sekali," ungkap Aris.
Data Keluarga Dony Tri Pamungkas:
| Anggota Keluarga | Keterangan |
| Saparti (Ibu) | Penjual Es Kelapa di Kecamatan Teras, Boyolali |
| Mendiang Slameto (Ayah) | Mantan Tukang Tambal Ban (Wafat 2022) |
| Joko Sasongko (Kakak) | Pesepakbola Profesional |
| Dony Tri Pamungkas | Anak Ketiga (Pemain Timnas & Persija) |
Pesan untuk Laga Melawan Bulgaria
Menjelang laga final FIFA Series 2026 melawan Bulgaria pada Senin malam, Saparti menitipkan pesan mendalam untuk putra bungsunya tersebut. Ia berharap Dony tetap membumi dan memberikan pembuktian maksimal di lapangan hijau.
"Buktikan kemampuanmu. Jangan merasa puas diri, jangan mengecewakan negara dan klub Persija," pungkasnya dengan nada penuh harap. Dukungan doa dari warung es kelapa di sudut Boyolali ini diharapkan menjadi energi tambahan bagi Dony Tri untuk kembali tampil impresif mengawal sisi kiri pertahanan Timnas Indonesia.
(did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo