SOLOBALAPAN.COM – Persaingan di Super League 2025/2026 ternyata tidak hanya panas di rumput hijau, tapi juga adu gengsi di tribun stadion.
Hingga pekan ke-25, Persija Jakarta resmi dinobatkan sebagai klub dengan loyalitas suporter paling gila, meninggalkan rival abadinya, Persib Bandung dan Persebaya Surabaya, dengan selisih yang cukup mencolok.
Berdasarkan data terbaru dari Transfermarkt, Persija Jakarta memimpin takhta dengan total 297.873 penonton yang hadir langsung ke stadion sepanjang musim ini.
GBK Jadi Magnet, Meski Berakhir Pahit
Dukungan masif Jakmania mencapai puncaknya saat menjamu Arema FC di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) pada pekan ke-20.
Laga tersebut mencatatkan rekor penonton terbanyak dalam satu pertandingan musim ini, yakni 56.989 orang.
Sayangnya, stadion yang penuh sesak itu justru menjadi saksi kekalahan menyakitkan Persija 0-2 dari Singo Edan.
Persib dan Persebaya Membuntuti di Tiga Besar
Di posisi kedua, Persib Bandung menempel dengan total sebanyak 292.641 penonton.
Menariknya, rekor penonton terbanyak Maung Bandung justru tercipta saat laga El Clasico melawan Persija Jakarta di GBLA yang dihadiri 29.616 orang.
Sementara itu, Persebaya Surabaya harus puas di posisi ketiga dengan 220.482 penonton.
Meski berada di urutan ketiga, militansi Bonek Mania tetap terlihat saat laga kontra Persija di Gelora Bung Tomo yang menyedot 30.432 penonton, angka yang bahkan lebih tinggi dari laga kandang tersibuk Persib.
Jurang Pemisah di Papan Tengah dan Bawah
Di luar tiga besar, terdapat Borneo FC yang menempati posisi keempat. Klub asal Samarinda itu mencatat total 94.739 penonton sepanjang musim ini.
Tak jauh berbeda, Persis Solo berada di posisi kelima dengan 94.556 penonton. Selisih tipis ini menunjukkan persaingan ketat dalam menarik minat suporter di papan tengah.
Menariknya, terdapat jurang yang cukup besar antara tiga besar dan klub-klub lainnya.
Persija Jakarta, Persib Bandung, dan Persebaya Surabaya benar-benar mendominasi dari sisi jumlah penonton.
Sementara itu, beberapa klub lainnya masih berjuang meningkatkan angka kehadiran suporter di stadion.
Faktor performa tim, fasilitas stadion, hingga kedekatan emosional dengan suporter menjadi penentu utama.
Data ini dikutip dari laman Transfermarkt.com yang merilis daftar lengkap jumlah penonton klub Super League 2025/2026.
Statistik ini menjadi gambaran nyata kekuatan fanbase masing-masing klub di Indonesia.
Dalam daftar tersebut, Bali United berada di posisi keenam dengan 89.297 penonton. Disusul PSIM Jogjakarta yang mencatat 78.242 penonton sepanjang musim.
Semen Padang dan Persijap Jepara sama-sama mengoleksi 56.180 penonton. Sementara Persita Tangerang mencatat 39.136 penonton.
Bhayangkara FC, PSM Makassar, dan Malut United juga masih berada di bawah angka 40 ribu penonton. Ketiganya masing-masing mencatat 35.823, 34.619, dan 34.041 penonton.
Arema FC yang dikenal memiliki basis suporter besar justru hanya mencatat 31.465 penonton. Hal ini menjadi catatan tersendiri mengingat reputasi mereka selama ini.
Persik Kediri dan Madura United juga masih tertinggal dengan masing-masing 29.324 dan 24.906 penonton. Sementara Dewa United hanya mencatat 11.186 penonton.
Yang paling mencolok adalah nasib PSBS Biak. Klub asal Papua ini berada di posisi terbawah dengan hanya mencatatkan 344 penonton sepanjang musim.
Angka ini menjadi tantangan besar bagi manajemen tim untuk menarik minat masyarakat di laga-laga berikutnya.
Kesimpulan: Loyalitas Tak Melulu soal Hasil
Dominasi Persija Jakarta menjadi bukti bahwa cinta suporter tidak luntur meski hasil di lapangan kadang tak sesuai harapan.
Persaingan di tribun ini diprediksi akan semakin panas hingga akhir musim, mengingat gap antara Persija dan Persib sangat tipis. (dam)
Editor : Damianus Bram