SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Persaingan di papan bawah kompetisi BRI Super League 2025/2026 semakin membara memasuki pekan ke-25.
Kemenangan krusial Semen Padang atas PSBS Biak dengan skor 2-0 pada Senin (9/3/2026) malam memicu pergeseran peta kekuatan tim-tim yang tengah berjuang menghindari ancaman degradasi.
Semen Padang Bangkit, Persis Solo Terjepit
Tambahan tiga poin dari laga kontra PSBS Biak mengangkat posisi Semen Padang ke peringkat ke-16 dengan koleksi 20 poin.
Hasil ini membuat jarak antartim di zona merah semakin tipis dan meningkatkan tekanan bagi Persis Solo.
Laskar Sambernyawa saat ini masih tertahan di posisi juru kunci dengan raihan 17 poin.
Di atas Persis, terdapat PSBS Biak (18 poin), diikuti oleh Semen Padang, Persijap Jepara, dan Madura United yang sama-sama mengoleksi 20 poin.
Selisih poin yang sangat rapat ini membuat setiap pertandingan di 10 laga sisa musim ini menjadi sangat menentukan hidup dan mati setiap klub.
Tekanan Berat untuk Laskar Sambernyawa
Kondisi Persis Solo saat ini cukup mengkhawatirkan.
Dalam lima pertandingan terakhir, tim kebanggaan warga Solo ini hanya mampu meraih satu kemenangan dan empat hasil imbang.
Hasil imbang terbaru saat melawan Persijap Jepara pada Kamis (5/3) lalu dinilai belum cukup kuat untuk mengangkat posisi tim keluar dari dasar klasemen.
Tekanan kian besar mengingat jadwal pertandingan ke depan akan mempertemukan Persis dengan tim-tim penghuni papan atas.
Meski demikian, pelatih kepala Milomir Seslija tetap menyuarakan optimismenya.
Ia menilai peluang untuk menyalip tim-tim di atasnya, seperti Madura United, masih terbuka lebar dengan banyaknya poin yang bisa diperebutkan di sisa musim.
Laga Krusial Menghadapi Bali United
Ujian berat kembali menanti Milomir Seslija pada Kamis (12/3) mendatang.
Persis Solo dijadwalkan menjamu Bali United dalam laga kandang yang sangat krusial.
Setelah gagal memenuhi target enam poin dalam dua laga sebelumnya, laga kontra Serdadu Tridatu ini menjadi kesempatan emas bagi Milo untuk menebus kegagalan sekaligus menjaga asa Persis tetap berlaga di kasta tertinggi musim depan.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan oleh tim-tim di atas zona merah, termasuk PSM Makassar yang mengoleksi 24 poin.
Dengan dinamika klasemen yang sangat cair, posisi tim mana pun belum benar-benar aman dari kejaran tim-tim di bawahnya hingga akhir musim nanti. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo