SOLOBALAPAN.COM – Nama bek Timnas Indonesia, Sandy Walsh, kini menjadi satu-satunya penggawa Merah Putih yang masih berkibar di kompetisi kasta tertinggi antarklub Asia, AFC Champions League (ACL) Elite 2025/2026.
Membela klub raksasa Thailand, Buriram United, Sandy Walsh sukses menjaga asa timnya untuk melenggang ke babak perempat final usai melakoni laga sengit di leg pertama babak 16 besar melawan Melbourne City.
Tampil Solid sebagai Starter di Australia
Dalam laga yang digelar di Melbourne Rectangular Stadium, Selasa (3/3/2026), Sandy Walsh dipercaya turun sebagai starter mengisi posisi bek kanan.
Penampilan ini menjadi catatan ke-6 Walsh di ajang ACL Elite musim ini, membuktikan peran vitalnya di lini pertahanan Buriram.
Buriram United sejatinya sempat unggul lebih dulu lewat gol Bissoli pada menit ke-37.
Sandy Walsh sendiri bermain cukup disiplin sebelum akhirnya ditarik keluar pada menit ke-71 untuk digantikan oleh Ruben Sanchez.
Sayangnya, kemenangan di depan mata Buriram sirna setelah Benjamin Mazzeo menyamakan kedudukan untuk tuan rumah pada masa injury time (90+5').
Skor akhir 1-1 menutup laga leg pertama ini.
Misi Wajib Menang di Kandang
Meski gagal mencuri kemenangan di Australia, hasil imbang ini menempatkan Buriram United dalam posisi yang cukup menguntungkan.
Syarat untuk lolos ke perempat final kini cukup jelas: mereka wajib meraih kemenangan saat menjamu Melbourne City di leg kedua.
Duel penentuan tersebut dijadwalkan akan berlangsung di Buriram Stadium pada Minggu (10/3/2026).
Dengan dukungan penuh suporter tuan rumah, Sandy Walsh dkk diharapkan mampu menyegel tiket delapan besar.
Potensi Jumpa JDT di Perempat Final
Jika nantinya Buriram United berhasil menyingkirkan wakil Australia tersebut, jalan terjal namun menarik sudah menanti di perempat final.
Buriram akan berhadapan dengan pemenang antara raksasa Malaysia, Johor Darul Takzim (JDT), melawan wakil Jepang, Sanfrecce Hiroshima.
JDT sendiri baru saja melakoni leg pertama melawan Sanfrecce Hiroshima pada 4 Maret 2024 di Malaysia, sebelum nantinya gantian bertandang ke Jepang pada 11 Maret mendatang.
Jika JDT lolos, maka akan tercipta duel bergengsi sesama wakil ASEAN di panggung tertinggi Asia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo