SOLOBALAPAN.COM – Kekalahan tipis 1-2 dari Persis Solo pada pekan ke-23 BRI Super League, Minggu (1/3/2026) malam, meninggalkan luka bagi penggawa Persik Kediri.
Meski tampil dominan di Stadion Manahan, skuad Macan Putih harus pulang dengan tangan hampa.
Bek kanan senior, Henhen Herdiana, yang tampil hampir penuh selama 89 menit, mengungkapkan perasaan campur aduknya usai laga bertajuk duel klasik tersebut.
Dapat Menit Bermain, Tapi Kecewa Hasil Akhir
Henhen mulai mendapatkan tempat utama di bawah asuhan pelatih Marcos Reina.
Setelah sebelumnya sering diganti di tengah laga, pemain pinjaman asal Persib Bandung ini kini dipercaya menjadi tembok di sisi kanan pertahanan Persik.
”Saya tentu senang bisa dapat menit bermain lebih banyak. Itu artinya pelatih percaya. Tapi hasil pertandingan kali ini tak sesuai harapan. Saya minta maaf kepada suporter, ini akan jadi PR bagi kami,” ujar Henhen, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (4/3/2026).
Dominasi yang Berujung Sia-sia
Dalam statistik pertandingan, Persik Kediri sebenarnya lebih unggul dalam penguasaan bola dan intensitas serangan.
Henhen menilai ia bersama Ezra Walian dkk sudah menjalankan instruksi pelatih dengan sangat baik sesuai game plan.
Namun, sepak bola bukan sekadar soal siapa yang paling lama memegang bola.
Kurangnya efektivitas di depan gawang menjadi biang kerok kegagalan mencuri poin di Solo.
”Kami menguasai bola dan banyak menyerang. Tapi inilah sepak bola, kadang kita bermain bagus, hasilnya belum tentu baik,” tambah pemain berusia 30 tahun tersebut.
PR Besar Lini Depan
Kekalahan ini menjadi sinyal merah bagi Persik Kediri untuk segera membenahi penyelesaian akhir.
Konsistensi permainan yang apik di lini tengah dan belakang belum diimbangi dengan ketajaman di kotak penalti lawan.
Bagi Henhen, tambahan menit bermain di Manahan menjadi modal berharga untuk terus meningkatkan level permainannya.
Targetnya jelas yakni membawa Persik Kediri kembali ke jalur kemenangan di laga-laga sisa musim ini. (dam)
Editor : Damianus Bram