SOLOBALAPAN.COM, PALEMBANG – Nasib sangat miris dan tragis menimpa salah satu klub sepak bola paling bersejarah di Indonesia, Sriwijaya FC.
Tim berjuluk Laskar Wong Kito tersebut dipastikan harus rela turun kasta dan terdegradasi ke Liga 3 atau Liga Nusantara pada musim depan.
Kepastian pahit ini didapat setelah Sriwijaya FC menelan kekalahan telak dari tim sekotanya, Sumsel United, dengan skor 0-3 di Stadion Gelora Sriwijaya Jakabaring, Palembang, pada Sabtu (28/2/2026).
Terbenam di Dasar Klasemen
Tiga gol yang mengubur harapan Sriwijaya FC masing-masing dicetak oleh Octovianus Otto Kapisa saat laga baru berjalan lima menit (5'), disusul gol dari Jacinto Junior Conceicao Cabral (22'), dan ditutup oleh Muchlishin Azis Hutagalung (64').
Kekalahan ini membuat skuad besutan Iwan Setiawan kian terbenam di dasar klasemen Grup 1.
Statistik mereka musim ini terbilang sangat memprihatinkan, yakni hanya mampu mengoleksi 2 poin dari 21 pertandingan yang telah dijalani.
Poin tersebut terpaut sangat jauh, yakni 10 poin, dari tim Persekat yang berada di posisi kesembilan (zona play-off degradasi).
Sebagai informasi, tim yang menghuni zona play-off akan diadu dengan tim dari Grup 2 untuk memperebutkan satu tiket bertahan di kompetisi kasta kedua.
Namun, Sriwijaya FC bahkan tak mampu menggapai zona tersebut.
Runtuhnya Raksasa Segudang Prestasi
Melihat nasib Sriwijaya FC hari ini tentu terasa sangat ironis jika menengok ke belakang. Laskar Wong Kito bukanlah klub sembarangan.
Mereka adalah raksasa sepak bola Tanah Air yang memiliki segudang prestasi gemilang di masa lalu.
Klub kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan ini pernah menjuarai kasta tertinggi Liga Indonesia Primer 2007/2008 dan Indonesia Super League (ISL) 2011/2012.
Tak hanya itu, mereka juga mengoleksi tiga gelar juara Copa Indonesia/Piala Indonesia secara beruntun pada musim 2007/2008, 2008/2009, dan 2010.
Puncak kejayaan mereka terjadi pada musim 2007/2008 saat berhasil mengawinkan gelar Liga Indonesia dan Copa Indonesia (Double Winner).
Dari Level Asia hingga Tercecer ke Liga Nusantara
Di kancah internasional, Sriwijaya FC juga sempat mencicipi ketatnya kompetisi level Asia, yakni di ajang Piala AFC (kini bernama AFC Champions League Two).
Mereka bahkan sukses menembus babak 16 besar secara berturut-turut pada musim 2010 dan 2011.
Sayangnya, masa keemasan itu perlahan memudar. Laskar Wong Kito terakhir kali bermain di level teratas Liga 1 pada 2018, sebelum akhirnya finis di peringkat ke-17 dan terdegradasi.
Sempat ada harapan untuk kembali naik kasta pada musim 2019, namun mereka terhenti di babak semifinal usai kalah adu penalti dari Persita Tangerang, dan gagal merebut tiket terakhir setelah takluk 0-1 dari Persiraja di perebutan tempat ketiga.
Kini, raksasa itu harus memulai kembali perjuangannya dari kasta terendah sepak bola Indonesia. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo