SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Kabar sangat buruk menghantam kubu Persis Solo tepat sehari menjelang laga krusial pekan lanjutan Super League 2025/2026.
Skuad berjuluk Laskar Sambernyawa ini dipastikan kehilangan winger anyar mereka, Febri Hariyadi, akibat cedera parah.
Kabar mengejutkan ini disampaikan langsung oleh pelatih kepala Persis Solo, Milomir Seslija, dalam sesi jumpa pers menjelang laga kandang kontra Persik Kediri di Stadion Manahan, Surakarta, Sabtu (28/2/2026).
Insiden Benturan Keras di Sesi Latihan
Pemain sayap berusia 30 tahun yang dipinjam dari Persib Bandung pada bursa transfer paruh musim tersebut dilaporkan mengalami insiden saat mengikuti sesi latihan rutin tim.
Meski pelatih yang akrab disapa Coach Milo itu tidak merinci secara medis jenis cedera yang dialami, ia memastikan bahwa kondisi cedera Febri sangat serius hingga mengharuskannya naik meja operasi.
"Kemarin ada problem. Febri Hariyadi yang sempat bermain dengan cukup baik dan fantastis kemarin harus mengalami cedera dan menjalani operasi. Ada beberapa insiden berupa benturan," ungkap Milo di hadapan awak media.
Cederanya Febri tentu menjadi pukulan telak yang ironis.
Pasalnya, sang pemain baru saja merampungkan debut perdananya bersama Laskar Sambernyawa sebagai pemain pengganti saat menjamu PSBS Biak pada 21 Februari lalu.
Dengan harus dilakukannya tindakan operasi, Febri berpeluang besar absen panjang hingga akhir musim kompetisi.
Fokus Menyelamatkan Diri dari Jurang Degradasi
Terlepas dari badai cedera yang menimpa amunisi barunya, Persis Solo tidak punya waktu untuk meratapi keadaan.
Pertandingan melawan Persik Kediri yang akan digelar pada Minggu (1/3/2026) besok merupakan laga hidup mati.
Persis saat ini masih terjerembap di dasar klasemen (posisi 18) Super League dengan raihan yang sangat memprihatinkan, yakni 13 poin dari 22 laga.
Kemenangan menjadi harga mati jika mereka ingin bernapas dan keluar dari ancaman degradasi.
"Tetapi kita harus membawa pemain terbaik untuk besok. Karena kita harus mendapat posisi terbaik," tegas Milo dengan nada optimistis.
Kini, patut dinanti bagaimana strategi racikan Milo untuk menambal lubang yang ditinggalkan Febri Hariyadi di sektor sayap, sekaligus menjawab tuntutan suporter yang mewajibkan tiga poin di Manahan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo