SOLOBALAPAN.COM, BANDUNG – Langkah Persib Bandung di ajang AFC Champions League Two (ACL 2) 2025/2026 harus terhenti di babak 16 besar.
Kemenangan 1-0 atas Ratchaburi FC di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (18/2/2026) malam, belum cukup untuk membalikkan agregat ketertinggalan 1-3.
Sayangnya, kegagalan Maung Bandung melaju ke perempat final ini diwarnai dengan insiden kurang menyenangkan.
Seusai peluit panjang dibunyikan, sejumlah oknum suporter (Bobotoh) nekat turun dan masuk ke lapangan.
Aksi ini disinyalir sebagai bentuk kekecewaan penonton terhadap kepemimpinan wasit yang dinilai kurang adil selama pertandingan berlangsung.
Baca Juga: Noda di GBLA! Kronologi Kericuhan Laga Persib vs Ratchaburi: Wasit dan Pemain Lawan Dikejar Suporter
Tanggapan Pelatih Ratchaburi FC
Menyikapi insiden pitch invader tersebut, Pelatih Ratchaburi FC, Worrawoot Srimaka, mengaku tidak terlalu terkejut.
Menurutnya, atmosfer sepak bola di Indonesia memang terkenal jauh lebih panas dibandingkan di negaranya.
"Untuk suporter, di Bandung dan Jakarta tidak ada perbedaan yang besar.
Dibandingkan di Thailand, suporter di Indonesia lebih bersemangat dan lebih agresif.
Ini perbedaan yang besar," ungkap pelatih berusia 54 tahun tersebut dalam sesi jumpa pers pasca-laga.
Faktor Kelelahan
Terlepas dari insiden suporter, Worrawoot tetap menyoroti performa anak asuhnya yang menelan kekalahan 1-0 di leg kedua ini.
Ia mengakui timnya bermain tidak sebaik saat membantai Persib 3-0 di Thailand.
Jadwal yang padat menjadi alasan utama menurunnya performa skuad berjuluk The Dragons tersebut.
"Hari ini kita kalah dalam pertandingan, tapi kita tidak bisa bermain seperti pertandingan pertama karena kita baru saja bermain di liga dua atau tiga hari yang lalu sebelum terbang ke sini," terangnya.
Fokus Menatap Perempat Final
Meski menelan kekalahan di Bandung, Ratchaburi FC tetap berhak melangkah ke babak perempat final.
Kini, Worrawoot berharap para pemainnya bisa segera memulihkan kondisi fisik.
Di babak selanjutnya, tantangan yang menanti dipastikan akan jauh lebih berat.
Ratchaburi FC kini tinggal menunggu pemenang antara klub raksasa Jepang, Gamba Osaka, atau wakil Korea Selatan, Pohang Steelers.
"Kondisi fisik pemain kita tidak seperti di pertandingan pertama. Itulah mengapa pertandingan hari ini mungkin sedikit lambat. Kita perlu bermain dengan lebih detail dan lebih baik untuk melaju ke babak berikutnya," tutup Worrawoot. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo