SOLOBALAPAN.COM – Sosok di pinggir lapangan saat laga PSIS Semarang vs Persela Lamongan di Stadion Jatidiri, Minggu (15/2/2026), akhirnya terungkap.
Ia adalah Andri Ramawi, pelatih muda potensial yang resmi ditunjuk manajemen PSIS sebagai head coach sejak Sabtu (14/2/2026).
Meski debutnya berakhir imbang 1-1, kehadiran Andri di kursi pelatih membawa angin segar sekaligus rasa penasaran bagi publik sepak bola Kota Lumpia.
Biodata dan Lisensi Kepelatihan
Andri Ramawi bukan orang baru di dunia kepelatihan Indonesia. Lahir di Lubukpakam, Deliserdang, Sumatra Utara pada 23 Mei 1986, pria berusia 39 tahun ini telah mengantongi lisensi A AFC.
Di bawah naungan APS Agency, ia dikenal sebagai pelatih yang memiliki kedekatan personal dengan pemain muda.
Rekam Jejak: Dari Pelatih Fisik hingga Persiba Bantul
Perjalanan karier Andri sangat berwarna, mulai dari spesialis fisik hingga pelatih kepala di berbagai level:
- Persiba Bantul: Menjadi pelatih kepala di Liga 3 dan hampir membawa tim kebanggaan warga Bantul promosi ke Liga 2 (kalah adu penalti dari PSGC Ciamis).
- Persis Solo: Pernah menjabat sebagai pelatih kepala Persis Solo U-20 dan pelatih fisik tim senior.
- Barito Putera: Menangani tim Barito Putera U-19, Youth, hingga asisten pelatih tim senior.
- Persipura Jayapura: Berpengalaman sebagai asisten pelatih di tim Mutiara Hitam.
- PON Kalsel: Dipercaya menangani kondisi fisik tim sepak bola Kalimantan Selatan.
Tantangan di PSIS: Kolaborasi dengan Alfredo Vera
Tugas berat kini menanti Andri Ramawi. Ia diharapkan mampu menjalin kolaborasi apik dengan Direktur Teknis PSIS, Alfredo Vera, untuk membawa Laskar Mahesa Jenar keluar dari zona degradasi Grup Timur Pegadaian Championship 2025/2026.
Meskipun debutnya sedikit terhambat oleh disiplinnya pertahanan Persela, manajemen optimistis rekam jejak Andri dalam membina pemain muda akan menjadi energi baru untuk membangkitkan mentalitas bertanding para pemain PSIS.
Publik Semarang kini menunggu gebrakan taktik selanjutnya dari tangan dingin pelatih asal Sumatra Utara ini di laga-laga krusial mendatang. (dam)
Editor : Damianus Bram