Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

PSIR Rembang Kenapa Didiskualifikasi? Panen Sanksi Berat Buntut Kericuhan, Satu Panpel Dihukum Seumur Hidup

Didi Agung Eko Purnomo • Minggu, 15 Februari 2026 | 17:09 WIB

Laga PSIR Rembang vs Persak Kebumen berakhir ricuh.
Laga PSIR Rembang vs Persak Kebumen berakhir ricuh.

SOLOBALAPAN.COM, SEMARANG – Nasib tragis menimpa klub kebanggaan warga Rembang, PSIR.

Sudah jatuh tertimpa tangga, itulah peribahasa yang tepat menggambarkan kondisi Laskar Dampo Awang saat ini.

Gagal melaju ke final Liga 4 Jawa Tengah usai kalah dari Persak Kebumen, PSIR Rembang kini harus menelan pil pahit akibat sanksi berat yang dijatuhkan Komite Disiplin (Komdis) PSSI Jawa Tengah.

Berdasarkan Surat Putusan No 103/KD.L4/PSSI.JTG/II/2026 tertanggal 13 Februari 2026, PSIR Rembang resmi didiskualifikasi dari kompetisi.

Keputusan ini diambil menyusul kericuhan brutal yang terjadi di Stadion Krida, Rembang, pada laga semifinal leg kedua, Rabu (12/2/2026).

Baca Juga: Benarkah PSIR Rembang Didiskualifikasi Buntut Insiden Pengeroyokan Wasit? PSSI Ancam Sanksi Berat Imbas Kericuhan

Sanksi Berlapis dan Denda Puluhan Juta

Kericuhan bermula dari kekecewaan suporter dan ofisial atas kepemimpinan wasit Dwi Purba yang dinilai mengabaikan pelanggaran handball.

Situasi memanas hingga berujung invasi lapangan dan pengeroyokan.

Akibat insiden tersebut, Komdis PSSI Jateng menjatuhkan sanksi diskualifikasi kepada tim.

Selain itu, manajemen PSIR wajib membayar denda sebesar Rp 45.000.000 dan menggelar enam laga kandang tanpa penonton pada kompetisi musim depan.

Klub juga didenda tambahan Rp 5.000.000 akibat gagal menjaga tingkah laku penonton yang melakukan pelemparan botol ke lapangan.

Panpel Dihukum Seumur Hidup

Sanksi paling mencolok dan terberat jatuh kepada Abdul Rochman, selaku Panitia Pelaksana (Panpel) bidang Safety and Security Officer (SSO).

Bukannya mengamankan pertandingan, ia justru terbukti melakukan pemukulan dan menendang wasit usai laga bubar.

"Sanksi larangan memasuki stadion, serta larangan ikut serta dan terlibat dalam aktivitas sepak bola seumur hidup," bunyi putusan Komdis untuk Abdul Rochman.

Pemain Disanksi 3 Tahun

Tak hanya Panpel, sejumlah pemain PSIR juga tak luput dari hukuman.

Rudy Santoso mendapat sanksi larangan bermain selama 3 tahun dan denda Rp 10.000.000 karena protes berlebihan hingga menyentuh area vital wasit.

Pemain lain seperti Ahmad Dani Maulana Kiat dihukum 1 tahun karena memprovokasi penonton.

Sementara itu, Kesuma Satria Yudistira, Ammar Dzakwan, Renafi Septian, Muhammad Diva, dan Hairul juga menerima skorsing bervariasi mulai dari 6 bulan hingga 1 tahun beserta denda uang tunai. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#psir rembang #dihukum seumur hidup #didiskualifikasi #sanksi berat #kericuhan #panpel