SOLOBALAPAN.COM – Stadion Gelora Bung Tomo (GBT) malam ini, Sabtu (14/2/2026), tidak hanya menyajikan persaingan sengit di papan klasemen Super League, tetapi juga panggung adu gengsi dua pemain dengan nilai pasar fantastis.
Total nilai pasar dari dua bintang utama Persebaya Surabaya dan Bhayangkara FC ini menembus angka Rp 12,16 miliar.
Duel Persebaya Surabaya vs Bhayangkara FC ini bukan sekadar perebutan tiga poin super league, tetapi juga panggung pembuktian bagi dua bintang mahal dari masing-masing kubu.
Bruno Moreira milik Persebaya Surabaya dan Ryo Matsumura dari Bhayangkara FC menjadi simbol ambisi besar kedua tim musim ini.
Berikut adalah profil singkat dua "mesin utama" yang menjadi tumpuan kedua tim:
Bruno Moreira (Persebaya Surabaya)
Sebagai pemain termahal di skuad Green Force, winger kiri asal Brasil ini adalah ruh serangan tim.
- Nilai Pasar: Rp 6,95 Miliar
- Karakter: Kecepatan, kelincahan, dan tusukan mematikan dari sisi kiri.
- Senjata Utama: Tembakan akurat kaki kanan yang sering memecah kebuntuan.
Bruno Moreira tercatat memiliki nilai pasar Rp 6,95 miliar dan menjadi pemain termahal di skuad Green Force.
Winger kiri asal Brasil kelahiran Cajamar, 8 April 1999 itu dikenal dengan kecepatan, kelincahan, dan keberanian menusuk pertahanan lawan.
Pemain berusia 26 tahun dengan tinggi 1,78 meter tersebut bergabung sejak 1 Juli 2023 dan terikat kontrak hingga 30 April 2026.
Kaki kanannya kerap menjadi senjata utama untuk melepaskan tembakan maupun umpan matang dari sisi kiri serangan.
Ryo Matsumura (Bhayangkara FC)
Rekrutan anyar Laskar Badak yang didatangkan untuk memberikan dimensi baru di lini tengah.
- Nilai Pasar: Rp 5,21 Miliar
- Karakter: Kreativitas tinggi, lincah, dan memiliki visi bermain yang luas.
- Senjata Utama: Umpan terobosan matang dan tembakan jarak jauh yang presisi.
Di kubu seberang, Ryo Matsumura hadir sebagai rekrutan anyar Bhayangkara Presisi Lampung FC dengan nilai pasar Rp 5,21 miliar.
Gelandang serang asal Uji, Kyoto, Jepang, kelahiran 15 Juni 1994 itu resmi bergabung pada 6 Februari 2026 dengan kontrak hingga 31 Mei 2026.
Meski memiliki tinggi 1,66 meter, Matsumura dikenal lincah dan kreatif dalam membongkar pertahanan lawan.
Kaki kanannya piawai mengirim umpan terobosan serta melepaskan tembakan jarak jauh yang akurat.
Bernardo Tavares (Persebaya): Setia pada Karakter "Wani"
Pelatih asal Portugal ini menegaskan bahwa absennya beberapa pilar akibat cedera dan sakit tidak akan mengubah cara main Green Force.
Ia ingin anak asuhnya tetap tampil dengan identitas yang sudah terbentuk.
- Evaluasi Pertahanan: Tavares menyoroti transisi bertahan dan konsentrasi sebagai kunci utama. Ia menilai Bhayangkara sangat berbahaya dalam serangan balik dan tembakan jarak jauh.
- Faktor Suporter: "Kami harap dukungan penuh Bonek dan Bonita. Atmosfer kandang adalah energi tambahan bagi kami," ujarnya.
Paul Munster (Bhayangkara FC): Waspadai Ledakan Tuan Rumah
Kembali ke Surabaya sebagai lawan, Paul Munster mengakui bahwa Persebaya adalah tim yang sangat kuat, terutama saat bermain di hadapan pendukungnya sendiri.
- Antisipasi Transisi: Munster secara khusus mewaspadai kecepatan pemain sayap Persebaya dan keberanian mereka melepaskan shoot dari luar kotak penalti.
- Mentalitas Tim Tamu: "Tekanan suporter tuan rumah pasti tinggi, tapi kami bertekad mencari strategi terbaik untuk mencuri poin di sini," tegas pelatih asal Irlandia Utara tersebut.
Angka Rp 12,16 miliar adalah jaminan bahwa pertandingan malam ini akan berlangsung dengan intensitas tinggi.
Kehadiran Ryo Matsumura sebagai motor serangan baru Bhayangkara akan diuji oleh disiplinnya lini belakang Persebaya.
Sebaliknya, Bruno Moreira akan kembali menjadi tumpuan Bonek untuk meneror pertahanan tim tamu.
Satu hal yang pasti, siapa pun yang mampu memaksimalkan peran pemain mahalnya, dialah yang akan tertawa di akhir laga pekan ke-21 ini. (dam)
Editor : Damianus Bram