SOLOBALAPAN.COM – Pertandingan pekan ke-21 Super League 2025/2026 antara Persebaya Surabaya menjamu Bhayangkara Presisi Lampung FC, Sabtu (14/2/2026) malam, menyimpan bumbu drama yang luar biasa.
Empat pilar penting di kubu tim tamu tercatat memiliki ikatan batin yang kuat dengan publik Surabaya.
Siapa saja mereka? Berikut profil singkat empat sosok yang siap bernostalgia di Stadion Gelora Bung Tomo (GBT):
1. Paul Munster (Sang Juru Taktik)
Pelatih kelahiran Belfast ini bukan orang asing di bench Persebaya. Paul Munster pernah menakhodai Green Force selama hampir 1,5 tahun (2024-2025).
Selama menangani Green Force, ia melewati total 42 pertandingan dengan rata-rata masa kerja 1,16 tahun.
Pelatih berlisensi UEFA Pro Licence itu dikenal dengan preferensi formasi 4-3-3 Defending yang sempat memberi warna tersendiri bagi permainan Persebaya Surabaya.
Menguasai seluk-beluk internal tim dan atmosfer GBT, Munster adalah ancaman nyata karena ia tahu betul bagaimana "tombol" tekanan Bonek bekerja.
2. Mustaqim (Asisten Pelatih)
Putra daerah asli Surabaya yang pernah menjabat sebagai asisten pelatih Persebaya selama tiga tahun (2020-2023).
Dengan lisensi AFC A License dan rata-rata masa kerja 1,33 tahun, Mustaqim ikut terlibat dalam dinamika tim di masa-masa yang tidak mudah.
Mustaqim memahami kultur klub hingga ke akarnya. Kehadirannya di kubu lawan akan memberikan dimensi emosional tersendiri bagi staf dan pemain senior Persebaya.
3. Sho Yamamoto (Si Winger Eksplosif)
Pemain asal Jepang ini pernah menjadi pujaan Bonek berkat aksi-aksinya yang meledak-ledak di sayap kiri selama periode 2022-2023.
Selain posisi utama di sayap kiri, ia juga bisa bermain sebagai Attacking Midfield dan Central Midfield.
Kini, Sho Yamamoto datang dengan status pinjaman dari Persis Solo.
Menghadapi mantan tim yang pernah membesarkan namanya di Indonesia tentu menjadi ujian profesionalisme tingkat tinggi bagi Sho.
Nilai pasar Sho mencapai 4,35 miliar, angka yang menunjukkan kualitas dan pengaruhnya di lapangan.
4. Slavko Damjanovic (Tembok Kokoh Balkan)
Pernah menjadi fondasi pertahanan Persebaya pada musim 2024/2025, Damjanovic dikenal dengan ketenangannya di lini belakang.
Bek bertinggi 1,89 meter ini kini harus bertugas mematikan pergerakan penyerang Green Force yang dulu ia dukung.
Nilai pasarnya berada di angka 3,91 miliar, mencerminkan reputasinya sebagai bek tangguh dengan pengalaman internasional.
Sepak bola memang panggung yang unik. Malam ini, ribuan Bonek mungkin akan memberikan sambutan hangat saat nama-nama ini diumumkan, namun saat peluit berbunyi, profesionalisme adalah segalanya.
Apakah para mantan ini akan memberikan "luka" di rumah lama mereka, atau justru tunduk pada keangkeran GBT? (dam)
Editor : Damianus Bram