Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Penilaian Bojan Hodak soal Performa Kurzawa dan Sergio Castel, Bongkar Alasan Belum Tampil Maksimal di Laga Debut

Didi Agung Eko Purnomo • Jumat, 13 Februari 2026 | 19:04 WIB

Aksi Lavyin Kurzawa lawan Ratchaburi FC.
Aksi Lavyin Kurzawa lawan Ratchaburi FC.

SOLOBALAPAN.COM, BANDUNG – Dua amunisi anyar Persib Bandung, Layvin Kurzawa dan Sergio Castel, akhirnya mencicipi laga debut mereka.

Keduanya tampil saat Maung Bandung menghadapi wakil Thailand, Ratchaburi FC, dalam babak gugur AFC Champions League Two (ACL 2).

Sayangnya, debut tersebut tidak berjalan mulus. Persib harus mengakui keunggulan tuan rumah The Dragons dengan skor telak 0-3.

Perjuangan anak asuh Bojan Hodak kini makin berat jelang leg kedua yang akan digelar di Stadion Gelora Bandung Lautan Api (GBLA), Rabu (16/2/2026).

Baca Juga: Skenario Persib Bandung Lolos Perempat Final ACL 2, Bojan Hodak Tinggal Benahi Satu Masalah Ini

Dalam laga tersebut, Kurzawa masuk menggantikan Alfeandra Dewangga pada menit ke-83, sementara Castel masuk lebih awal di menit ke-58 menggantikan Andrew Jung.

Butuh Waktu Adaptasi

Menanggapi penampilan perdana kedua pemain bintangnya, Pelatih Persib Bojan Hodak memberikan pembelaan.

Ia menilai Kurzawa dan Castel belum berada dalam performa terbaik karena baru bergabung pada awal Februari dan masih dalam proses adaptasi.

"Keduanya adalah pemain baru dan tentu saja membutuhkan waktu untuk menyatu dengan pemain yang lain," ujar Bojan Hodak, Jumat (13/2/2026).

Meski demikian, pelatih asal Kroasia itu optimistis keduanya bisa menjadi tumpuan tim di masa depan.

Potensi mereka dinilai cukup besar untuk membantu Persib, baik di kompetisi domestik maupun Asia.

"Kedua pemain tersebut memiliki potensi untuk bermain dan mereka bisa membantu di liga nanti dan bermain sebagai 11 pemain pertama," tambahnya.

Kendala Cuaca dan Level Permainan

Selain adaptasi, Hodak juga menyoroti faktor eksternal yang mempengaruhi performa tim, termasuk cuaca di Thailand yang dinilai lebih panas dan lembap dibanding Indonesia.

Hal ini cukup menyulitkan, terutama bagi pemain yang lama berkarier di Eropa.

"Masalah utamanya adalah cuacanya di sini lebih panas, kelembapan udaranya berbeda dan berkeringat lebih banyak. Ini tentunya menguras energi lebih banyak," jelas Hodak.

Hodak juga mengakui bahwa level permainan di ACL 2 jauh lebih tinggi dibandingkan Liga 1 Indonesia.

Inilah alasan mengapa Persib mendatangkan pemain sekelas Kurzawa dan Castel untuk mendongkrak kualitas tim.

"Kendalanya adalah di sini levelnya lebih tinggi dari liga kami, Liga Indonesia. Jadi tidak mudah bermain di sini," pungkasnya. (did)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#penilaian #laga debut #bojan hodak #sergio castel #Performa #kurzawa