SOLOBALAPAN.COM, BANDUNG – Kejutan besar mewarnai skuad Persib Bandung dalam menghadapi paruh kedua kompetisi BRI Super League 2025/2026.
Klub kebanggaan masyarakat Jawa Barat itu mengambil langkah tak lazim dengan mendaftarkan kembali legenda hidup mereka, I Made Wirawan, sebagai penjaga gawang aktif.
Keputusan ini tentu menarik perhatian publik, mengingat kiper asal Bali tersebut sejatinya telah menyatakan gantung sarung tangan atau pensiun sejak April 2023 lalu.
Kini, di usianya yang tak lagi muda, Made akan memegang peran ganda yang unik: sebagai asisten pelatih kiper sekaligus opsi darurat di bawah mistar gawang Maung Bandung.
Alasan Teknis dan Kebutuhan Mendesak
Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menegaskan bahwa keputusan "memanggil kembali" Made bukan didasari oleh faktor nostalgia semata, melainkan murni kebutuhan teknis tim.
Situasi mendesak di sektor penjaga gawang memaksa manajemen mengambil langkah pragmatis di penghujung bursa transfer.
"Kami harus memiliki empat kiper, sedangkan sebelumnya kami hanya punya tiga. Sekarang adalah saat terakhir untuk mendaftarkan penjaga gawang, dan tidak mudah untuk menemukan kiper yang bagus pada waktu ini," ungkap Hodak secara terus terang.
Hierarki Penjaga Gawang Persib
Dengan masuknya kembali I Made Wirawan, komposisi penjaga gawang Persib Bandung mengalami penyesuaian. Made diposisikan sebagai "jaring pengaman" terakhir.
Berikut adalah peta kekuatan kiper Persib di putaran kedua:
-
Teja Paku Alam: Kiper utama.
-
Fitrah Maulana & Rhaka Syafaka Bilhuda: Pelapis muda potensial.
-
Adam Przybek: Difokuskan untuk membela Persib di ajang internasional AFC Champions League Two.
-
I Made Wirawan: Kiper keempat (opsi darurat).
"Jadi, kami baru saja mendaftarkan Made. Dia akan menjadi penjaga gawang keempat kami. Dia masih cukup baik," tambah pelatih asal Kroasia tersebut.
Baca Juga: Momen Kocak Bintang Prancis Layvin Kurzawa di Persib, Tak Gengsi Naik Mobil Bak Bareng Thom Haye
Opsi Darurat Sang Legenda
Meski telah lama absen dari laga kompetitif, Bojan Hodak menilai kondisi fisik dan kualitas Made masih mumpuni untuk menambal kekosongan jika situasi darurat terjadi.
Sebagai catatan sejarah, Made adalah sosok sentral di Persib sejak bergabung pada 2012.
Ia menjadi pahlawan saat Persib merengkuh gelar juara Indonesia Super League (ISL) 2014. Laga perpisahannya terjadi pada April 2023 melawan Persikabo 1973 di Stadion GBLA.
Kini, meski namanya kembali tercatat dalam daftar susunan pemain (DSP), Hodak berharap skenario terburuk di mana Made harus turun lapangan tidak benar-benar terjadi.
Persib memilih bermain aman dengan mengamankan stok kiper berpengalaman di bangku cadangan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo