SOLOBALAPAN.COM — Stadion Old Trafford bukan hanya sekadar "Teater Impian" bagi para pesepak bola, tetapi juga menjadi ruang hangat bagi keberagaman.
Komunitas suporter Muslim Manchester United yang tergabung dalam Manutd Muslims dipastikan kembali menggelar tradisi buka puasa bersama (Iftar) di markas kebanggaan Setan Merah tersebut.
Melansir informasi dari akun Instagram @bushcoo pada Senin (9/2/2026), agenda rutin tahunan ini dijadwalkan berlangsung pada 24 Februari 2026 mendatang.
Hadirkan Qori Internasional Sebagai Imam
Ada yang spesial pada penyelenggaraan tahun ini. Panitia secara khusus mengundang qori internasional ternama, Ibrahim Idris atau yang akrab disapa Ibi Idris.
Sosok yang memiliki suara merdu ini dijadwalkan akan mengumandangkan azan magrib, memimpin pembacaan ayat suci Al-Qur'an, sekaligus bertindak sebagai imam salat berjemaah di area stadion.
Kehadiran Ibi Idris diharapkan mampu membawa suasana spiritual yang lebih mendalam dan khusyuk bagi para peserta yang hadir di tengah kemegahan Old Trafford.
Kuota Terbatas Demi Kekhusyukan
Berbeda dengan tahun 2025 yang dihadiri hingga 160 orang, tahun ini panitia menetapkan kebijakan pembatasan peserta.
Kuota undangan hanya disediakan untuk sekitar 80 orang anggota resmi Manutd Muslims Supporters Club.
Langkah ini diambil untuk menjaga kenyamanan serta kekhusyukan jalannya ibadah.
Meski jumlahnya terbatas, antusiasme suporter tetap tinggi mengingat pengalaman berbuka puasa di dalam stadion utama merupakan momen langka yang sangat berharga.
Simbol Keberagaman dan Toleransi
Kegiatan buka puasa bersama ini menjadi bukti nyata tumbuhnya nilai-nilai toleransi dan inklusivitas di lingkungan klub Manchester United.
Sebelumnya, acara serupa juga melibatkan karyawan klub hingga pemain akademi, menunjukkan bahwa pihak klub sangat mendukung aktivitas komunitas suporter mereka tanpa memandang latar belakang agama.
Bagi komunitas suporter Muslim, momentum Ramadan di Old Trafford bukan sekadar soal makanan, melainkan tentang mempererat silaturahmi dan menjaga identitas spiritual di tengah kecintaan mereka pada klub sepak bola. (dam)
Editor : Damianus Bram