SOLOBALAPAN.COM – Bursa transfer paruh musim Super League 2025/2026 kembali membuktikan bahwa pemain jebolan Persebaya Surabaya tetap menjadi primadona.
Dua eks penggawa Green Force, Dejan Tumbas dan Diego Mauricio, resmi mengambil langkah berani dengan bergabung ke klub penghuni zona degradasi: Persis Solo dan Semen Padang.
Keputusan ini dianggap sebagai perjudian besar. Pasalnya, jika gagal menyelamatkan tim baru mereka dari jeratan degradasi, reputasi kedua pemain asing ini bisa menjadi pertaruhannya.
Dejan Tumbas: Amunisi "Multi-Posisi" Persis Solo
Persis Solo secara resmi mengamankan jasa Dejan Tumbas, striker asal Serbia berusia 26 tahun.
Dilepas Persebaya setelah putaran pertama, Tumbas diharapkan mampu menjadi solusi atas tumpulnya lini serang Laskar Sambernyawa.
Profil & Keunggulan: Memiliki tinggi 1,87 meter, Tumbas adalah penyerang fisikal yang unik. Tak hanya fasih sebagai ujung tombak, ia juga bisa diplot sebagai sayap kanan bahkan bek kiri dalam keadaan darurat.
Catatan Statistik: Bersama Persebaya, ia mencatatkan 30 penampilan dengan etos kerja tinggi (2.436 menit bermain).
Nilai Pasar: Berada di kisaran Rp3,48 miliar. Manajemen Persis berharap fleksibilitas posisinya bisa memberikan banyak opsi taktik bagi pelatih.
Diego Mauricio: Pengalaman Dunia untuk Semen Padang
Semen Padang tak mau kalah dengan mendatangkan penyerang kaya pengalaman asal Brasil, Diego Mauricio.
Meski performanya di Persebaya musim ini meredup (7 laga tanpa gol), rekam jejaknya di kancah internasional tidak bisa dipandang sebelah mata.
Profil & Karier: Bomber berusia 34 tahun ini adalah mesin gol sejati saat membela Odisha FC (India) dengan torehan 57 gol. Ia juga sempat tampil produktif di Liga Korea bersama Gangwon FC dengan koleksi 20 gol.
Misi di Kabau Sirah: Semen Padang berharap insting gol Mauricio yang sempat "hilang" di Surabaya bisa kembali muncul saat memimpin lini depan di Stadion Haji Agus Salim.
Pertaruhan Karier di Zona Merah
Bergabung dengan klub papan bawah adalah ujian nyali. Dejan Tumbas dan Diego Mauricio kini memikul ekspektasi besar dari suporter Persis Solo dan Semen Padang.
Publik kini menanti, apakah kehadiran dua eks bintang Persebaya ini akan berakhir dengan kisah heroik bertahan di kasta tertinggi, atau justru menjadi tinta kelam dalam perjalanan karier mereka. (dam)
Editor : Damianus Bram