SOLOBALAPAN.COM – Duel panas antara Persija Jakarta vs Arema FC di pekan ke-20 Super League 2025/2026 berpotensi besar mencatatkan sejarah baru.
Panitia Pelaksana (Panpel) Persija secara resmi menambah kuota tiket hingga mencapai 58.000 penonton, sebuah angka yang diprediksi akan memecahkan rekor kehadiran suporter musim ini.
Pertandingan ini dijadwalkan berlangsung di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Minggu (8/2/2026) malam pukul 19.00 WIB.
Harmonisnya hubungan antara The Jakmania dan Aremania menjadi alasan kuat mengapa kuota tiket dibuka dalam jumlah masif.
Peningkatan Kuota Tiket Secara Signifikan
Ketua Panpel Persija, Ferry T. Indrasjarief atau yang akrab disapa Bung Ferry, menjelaskan bahwa semula panitia hanya merencanakan ketersediaan 40.000 tiket.
Namun, animo tinggi dari suporter memaksa panpel melakukan penyesuaian.
"Untuk kuota penonton pertandingan Persija vs Arema itu semuanya total 58.000," ujar Bung Ferry saat ditemui di SUGBK, Sabtu (7/2/2026).
Empat Faktor Pemicu Membludaknya Penonton Bung Ferry membeberkan empat aspek utama yang membuat Jakmania dan Aremania diprediksi akan memadati stadion:
- Tren Positif Tim: Persija baru saja memetik kemenangan krusial 2-0 atas Persita Tangerang pekan lalu.
- Euforia Pemain Baru: Kedatangan gelandang berkelas Jean Mota dan kiper Cyrus Margono meningkatkan rasa penasaran fans.
- Momen Jelang Puasa: Laga ini digelar tepat sebelum memasuki bulan suci Ramadan, menjadikannya ajang "pemanasan" terakhir bagi suporter.
- Waktu Pertandingan: Digelar pada Minggu malam, waktu yang dianggap ideal bagi masyarakat untuk melepas penat di stadion.
Mengejar Rekor Baru di Super League
Jika 58.000 tiket ini ludes terjual, maka laga Persija vs Arema FC akan resmi melampaui rekor penonton terbanyak sebelumnya.
Rekor saat ini masih dipegang oleh laga Persija vs PSIM Yogyakarta pada November 2025 yang dihadiri oleh 56.150 penonton.
Dengan antusiasme yang luar biasa ini, Stadion Utama GBK diharapkan tidak hanya menyajikan duel taktik di lapangan, tetapi juga atmosfer persaudaraan antar suporter yang menjadi teladan bagi sepak bola Indonesia. (dam)
Editor : Damianus Bram