SOLOBALAPAN.COM – Gejolak di internal PSIS Semarang mencapai puncaknya. Setelah rentetan hasil buruk yang membuat tim terdampar di peringkat ke-9 Grup Timur Championship, manajemen resmi mengakhiri kerja sama dengan Jafri Sastra.
Kini, nama pelatih kawakan asal Argentina, Alfredo Vera, santer dikabarkan akan segera merapat ke Semarang untuk mengisi posisi Direktur Teknik.
Langkah ini diambil sebagai respons darurat atas rapuhnya lini pertahanan PSIS yang dihuni duet veteran Otavio Dutra dan Simanca, yang belakangan menjadi sasaran kritik tajam suporter usai dipermalukan dua kali di kandang sendiri.
Misi Penyelamatan: Pengalaman Alfredo Vera Jadi Kunci
Situasi PSIS saat ini sedang kritis. Bertengger di peringkat ke-9 Grup Timur Championship, posisi Laskar Mahesa Jenar sangat tidak aman.
Kekalahan memalukan 0-3 secara beruntun dari Deltras FC dan Kendal Tornado FC di Stadion Jatidiri menjadi puncak kemarahan suporter.
Manajemen PSIS menilai Alfredo Vera adalah sosok yang tepat untuk mengevaluasi performa tim.
Sebagai mantan bek tangguh saat masih aktif bermain, Alfredo diharapkan mampu menyuntikkan disiplin tinggi bagi duet Otavio Dutra dan Simanca yang belakangan ini menjadi sorotan tajam.
Rekam Jejak Mentereng Sang Arsitek Argentina
Alfredo Vera bukanlah orang baru di belantika sepak bola Indonesia. Koleksi trofinya menjadi bukti kualitasnya:
- Juara Indonesia Soccer Championship A 2016 bersama Persipura Jayapura.
- Juara Liga 2 2017 sekaligus membawa Persebaya Surabaya promosi ke kasta tertinggi.
Pengalaman panjangnya melatih klub-klub besar seperti Bhayangkara FC, Persita, hingga Madura United pada 2025 lalu, menjadikannya figur yang sangat paham dengan seluk-beluk persaingan di Indonesia.
Menanti Gebrakan di Putaran Ketiga
Jika rumor ini menjadi kenyataan, Alfredo Vera akan mengemban tugas berat di putaran ketiga.
Fokus utamanya adalah merestrukturisasi strategi pertahanan dan memastikan PSIS tetap bertahan di liga profesional.
Publik kini menanti pengumuman resmi dari manajemen PSIS: Apakah Alfredo Vera akan menjadi juru selamat atau hanya sekadar rumor bursa transfer? (dam)
Editor : Damianus Bram