Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Persika Karanganyar Gagal Promosi ke Liga 2, Ahmad Bustomi Pasang Badan Usai Drama Adu Penalti Persiba Bantul

Niko Auglandy • Minggu, 1 Februari 2026 | 17:25 WIB

Logo Persika Karanganyar.
Logo Persika Karanganyar.

SOLOBALAPAN.COM, SOLO – Ambisi Persika Karanganyar untuk menembus kasta kedua sepak bola Indonesia, Liga 2, harus kandas secara menyakitkan.

Langkah Laskar Singo Lawu terhenti di babak 8 besar Liga Nusantara 2025/2026 (Liga 3) setelah kalah dramatis melalui adu penalti melawan Persiba Bantul di Stadion UNS Solo, Sabtu (31/1/2026).

Pertandingan yang mempertemukan dua tim kuat ini berlangsung dengan tensi tinggi.

Mimpi promosi yang sudah di depan mata buyar seketika saat drama adu tosan-tosan menjadi penentu akhir nasib kedua kesebelasan.

Jalannya Laga Penuh Kartu

Sejak peluit kick-off dibunyikan, Persika Karanganyar tampil menekan.

Baca Juga: Rans Nusantara vs Persika Karanganyar Saling Sikut di Stadion UNS, Adu Taktik Berebut Tiket Lolos Babak Selanjutnya

Agresivitas anak asuh Ahmad Bustomi membuahkan hasil manis di babak pertama.

Namun, keunggulan tersebut tak bertahan hingga akhir laga karena Persiba Bantul mampu bangkit di paruh kedua.

Sengitnya perebutan bola membuat wasit harus bekerja keras, terutama di babak tambahan waktu di mana hujan kartu kuning tak terelakkan.

Berikut adalah ringkasan momen kunci sepanjang 120 menit pertandingan:

Petaka di Titik Putih

Pertandingan pun harus diselesaikan lewat adu penalti. Sayangnya, dewi fortuna tidak berpihak pada kubu Karanganyar.

Ketegangan memuncak saat Kapten Persika, Abi Deva, yang didapuk sebagai eksekutor pertama, gagal menjalankan tugasnya.

Tendangannya melambung jauh di atas mistar gawang, memberikan tekanan mental yang berat bagi penendang selanjutnya.

Berikut hasil eksekusi penalti yang memastikan kemenangan Persiba Bantul 4-2:

Dengan hasil ini, Persiba Bantul berhak melaju ke semifinal dan menjaga asa promosi ke Liga 2, sementara Persika harus mengubur mimpi mereka musim ini.

Ahmad Bustomi: Saya Bertanggung Jawab Penuh

Kekecewaan mendalam tampak jelas di wajah pelatih Persika, Ahmad Bustomi.

Legenda Timnas Indonesia yang kini merintis karier kepelatihan tersebut tak bisa menyembunyikan rasa sedihnya, namun tetap berjiwa besar pasang badan atas kegagalan timnya.

"Secara hasil memang bukan yang kami inginkan. Saya bertanggung jawab penuh atas hasil ini. Kami mohon maaf karena target lolos ke Liga 2 gagal kami capai.

Delapan bulan bekerja, dan inilah hasil yang harus kami terima," ujar Bustomi dengan nada berat usai laga.

Meski gagal mencapai target utama, Bustomi tetap mengapresiasi kerja keras para pemainnya yang telah berjuang habis-habisan selama delapan bulan terakhir.

Ia berharap kegagalan ini menjadi pelajaran berharga agar Persika bisa bangkit lebih kuat di musim kompetisi mendatang. (nik)

Editor : Didi Agung Eko Purnomo
#ahmad bustomi #Persika Karanganyar #adu penalti #liga 2 #promosi