Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Darah Solo di Tubuh Sang Profesor! Thom Haye Emosional Usai Raih Kemenangan Bersama Persib di Stadion Manahan: 100 Tahun Lalu Kakek Saya Lahir di Sini

Damianus Bram • Minggu, 1 Februari 2026 | 14:08 WIB
Aksi Thom Haye di laga Persib lawan Persis Solo.
Aksi Thom Haye di laga Persib lawan Persis Solo.

SOLOBALAPAN.COM – Kemenangan Persib Bandung atas Persis Solo dengan skor 1-0 pada Sabtu (31/1/2026) ternyata memiliki makna mendalam bagi jenderal lapangan tengah Maung Bandung, Thom Haye.

Bagi Thom Haye, laga di Stadion Manahan bukan sekadar perebutan tiga poin, melainkan sebuah perjalanan spiritual menuju akar silsilah keluarganya.

Pemain bernomor punggung 33 ini mengaku sangat emosional karena akhirnya bisa menginjakkan kaki dan bertanding di kota tempat kakek kandungnya dilahirkan satu abad yang lalu.

Darah Surakarta inilah yang menjadi alasan kuat di balik keputusannya membela Timnas Indonesia.

Akar Sejarah: Kakek Thom Haye Lahir di Solo 1925

Thom Haye mengungkapkan bahwa jadwal pertandingan melawan Persis Solo adalah hari yang paling ia nantikan musim ini.

Ia teringat kembali pada sejarah keluarganya di mana sang kakek lahir di Surakarta pada 30 Desember 1925.

"Sejujurnya, beberapa hari terakhir ini terasa sedikit emosional bagi saya. Jika dipikirkan, sekitar 100 tahun yang lalu kakek saya lahir di sini (Solo). Saya sangat menantikannya dan sangat bersemangat," ujar Thom Haye dengan nada haru.

Kemenangan Spesial untuk Keluarga di Belanda

Bagi Thom, meraih poin penuh di tanah kelahiran leluhurnya adalah pelengkap kebahagiaan. Ia segera membagikan kabar kemenangan ini kepada keluarga besarnya di Belanda.

Baginya, Solo adalah bagian dari identitas dirinya yang kini sah menjadi Warga Negara Indonesia.

Selain darah Solo dari sang kakek, Thom juga diketahui memiliki darah Sulawesi dari sang nenek.

Ingin "Mudik" Lagi ke Solo

Meski merasa sangat bahagia, Thom Haye menyayangkan padatnya jadwal kompetisi yang membuatnya hanya bisa menghabiskan waktu di hotel dan stadion.

Ia mengaku belum sempat mengeksplorasi sudut-sudut eksotis Kota Bengawan yang menjadi tempat masa kecil kakeknya dulu.

"Sulit untuk berkeliling karena kami harus di hotel. Saya benar-benar ingin kembali lagi ke sini saat memiliki waktu lebih banyak untuk menikmati kota ini," pungkas eks pemain Almere City tersebut. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Emosional #persib #persis solo #kakek #thom haye #solo