SOLOBALAPAN.COM, AMSTERDAM – Kabar merapatnya penjaga gawang Timnas Indonesia, Maarten Paes, ke raksasa Liga Belanda, Ajax Amsterdam, menyita perhatian publik sepak bola internasional.
Namun, di tengah euforia tersebut, suara sumbang terdengar dari negeri Kincir Angin.
Seorang pengamat sepak bola sekaligus jurnalis ESPN Belanda, Cristian Willaert, secara terbuka meragukan kualitas dan masa depan Paes jika benar-benar bergabung dengan de Godenzonen.
Dalam pandangannya, kiper berusia 27 tahun itu tidak diproyeksikan untuk menjadi palang pintu utama di Johan Cruyff Arena.
Dalam program Tekengeld di situs ESPN, Willaert menyebut bahwa keputusan Ajax mendatangkan Paes mungkin tidak setinggi ekspektasi para penggemar, khususnya fan Timnas Indonesia.
"Tidak sesuai dengan ekspektasi bahwa (Maarten) Paes akan menjadi kiper utama," ujar Cristian Willaert, Jumat (30/1/2026).
Alasan Keraguan: Minim Jam Terbang di Klub
Keraguan Willaert bukan tanpa dasar. Ia menyoroti statistik Paes yang menurun drastis bersama klub lamanya, FC Dallas, sepanjang tahun 2025.
Setelah empat tahun berkarier di Major League Soccer (MLS), Paes justru kehilangan tempat utamanya di musim terakhir.
Berikut adalah catatan performa Paes yang menjadi sorotan pengamat Belanda:
-
Total Penampilan 2025: Hanya bermain dalam 22 laga bersama FC Dallas.
-
Laga Terakhir: Terakhir kali bermain penuh di level klub saat melawan New York City pada 26 Juli 2025.
-
Status: Mengalami cedera dan kemudian lebih banyak duduk di bangku cadangan hingga akhir musim.
"Paes belakangan tidak menjadi pilihan utama di FC Dallas. Penampilannya kompetitif terakhirnya tercatat pada Juli tahun lalu," tegas Willaert.
Kendati demikian, Willaert mengakui bahwa Paes tidak sepenuhnya kehilangan sentuhan karena masih aktif membela Timnas Indonesia, termasuk pada Kualifikasi Piala Dunia putaran keempat di bulan November 2025 lalu.
Diprediksi Hanya Jadi Pelapis
Willaert menilai langkah Ajax mendatangkan Paes adalah sebuah kejutan, namun dengan catatan khusus.
Ia memprediksi bahwa Ajax tidak akan menyerahkan sarung tangan nomor satu kepada Paes.
Menurutnya, manajemen Ajax kemungkinan besar masih akan berburu kiper lain yang dianggap memiliki kualitas lebih baik.
"Saya rasa dia (Maarten Paes) tidak akan menjadi kiper nomor satu Ajax. Mereka akan melihatnya sebagai opsi kedua yang berpengalaman, di belakang kiper utama baru yang masih harus direkrut," ungkapnya.
Dengan kata lain, Paes diprediksi hanya akan diplot sebagai pelapis untuk menambah kedalaman skuad (slot kiper), bukan sebagai tumpuan utama di bawah mistar gawang.
Hingga berita ini diturunkan, Ajax Amsterdam belum memberikan pengumuman resmi terkait transfer ini, meski rumor kesepakatan kontrak jangka panjang sudah santer terdengar. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo