SOLOBALAPAN.COM – Menjelang laga krusial pekan ke-18 Championship 2025/2026, Ketua Umum Panser Biru, Kepareng "Wareng", mengeluarkan imbauan tegas kepada seluruh pendukung PSIS Semarang.
Demi menjaga marwah dan fasilitas Stadion Jatidiri, Wareng meminta suporter untuk berhenti berdiri di atas kursi tribun saat mendukung Laskar Mahesa Jenar.
Langkah ini diambil guna menghindari kerugian finansial bagi manajemen PSIS yang harus menanggung biaya perbaikan setiap kali ada fasilitas yang rusak atau pintu yang jebol.
Cinta PSIS dengan Menjaga Fasilitas Jatidiri
Laga melawan Kendal Tornado FC pada Jumat (30/1/2026) sore diprediksi akan menyedot animo tinggi dari suporter.
Lewat akun Instagram pribadinya, @kepareng_wareng, pria yang akrab disapa Wareng ini mengingatkan bahwa dukungan fanatik tidak harus dibarengi dengan tindakan merusak.
“Buat dulur-dulur, setiap fasilitas Stadion Jatidiri yang rusak dibebankan kepada penyewa (PSIS) untuk memperbaiki atau menggantinya,” tulisnya.
“Kalau sayang PSIS, jangan diulangi lagi menginjak-injak kursi sampai copot atau menjebol pintu sampai rusak,” lanjut Wareng dalam unggahannya.
Dampak Kerusakan: Beban bagi Manajemen
Panser Biru menekankan bahwa biaya penggantian kursi yang patah atau pintu yang rusak bukanlah jumlah yang sedikit.
Alih-alih digunakan untuk pengembangan tim, dana klub justru seringkali tersedot untuk membayar denda dan biaya perbaikan fasilitas akibat ulah oknum suporter yang tidak tertib.
Wareng berharap kesadaran kolektif suporter Semarang semakin dewasa. Mendukung tim melalui nyanyian dan koreografi jauh lebih bermartabat daripada berdiri di atas kursi yang justru berisiko membahayakan keselamatan diri sendiri dan penonton lain.
Jadwal Pertandingan
Duel PSIS Semarang vs Kendal Tornado FC dijadwalkan berlangsung pada:
Hari/Tanggal: Jumat, 30 Januari 2026
Waktu: Kick-off 15.30 WIB
Lokasi: Stadion Jatidiri, Semarang
Pertandingan ini merupakan laga penutup putaran kedua sebelum liga memasuki jeda kompetisi selama 12 hari.
Pihak Panser Biru berharap laga ini menjadi momentum bagi suporter untuk menunjukkan jati diri sebagai pendukung yang tertib dan bertanggung jawab. (dam)
Editor : Damianus Bram