Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

SKAKMAT! Shayne Pattynama Balas Kritik Pedas Netizen Soal Gabung Persija di Usia Emas: "Jangan Remehkan Negara Sendiri!"

Damianus Bram • Rabu, 28 Januari 2026 | 14:38 WIB
Shayne Pattynama menanggapi dengan santai kritikan yang menghampiri dirinya usai bergabung dengan Persija Jakarta.
Shayne Pattynama menanggapi dengan santai kritikan yang menghampiri dirinya usai bergabung dengan Persija Jakarta.

SOLOBALAPAN.COM – Keputusan Shayne Pattynama (27) untuk merumput di Persija Jakarta hingga tahun 2028 memicu perdebatan panas di kalangan pencinta sepak bola nasional.

Banyak yang menyayangkan langkahnya karena dianggap "menurunkan level" di saat usianya masih sangat produktif untuk bersaing di Eropa.

Menanggapi gelombang kritik tersebut, pemain keturunan Maluku ini memberikan jawaban yang sangat dewasa dan patriotik saat ditemui di Persija Training Ground, Sawangan, Rabu (28/1/2026).

Dengan jawaban yang menohok, mantan pemain Viking FK ini menyebut bahwa meremehkan Liga Indonesia sama saja dengan meremehkan progres negara sendiri.

Ia datang bukan untuk "pensiun dini", melainkan membawa misi besar menaikkan standar kompetisi domestik setara dengan kualitas Timnas.

Teguran Shayne: Jangan Rendahkan Negara Sendiri

Shayne menyadari adanya harapan besar agar para pemain Timnas Indonesia tetap berkarier di Eropa.

Namun, ia menyayangkan narasi yang menyebut Liga Indonesia "buruk" atau "jelek" sebagai alasan pelarangan pemain diaspora merumput di tanah air.

"Ketika orang-orang berkata, 'Jangan pergi ke Indonesia, liga itu jelek', saya merasa mereka meremehkan Indonesia dan itu tidak baik. Jika Anda ingin berkembang sebagai Tim Nasional, Anda juga perlu berkembang sebagai liga," tegas Shayne di Persija Training Ground, Sawangan, dikutip dari JawaPos.com, Rabu (28/1/2026).

Misi Membawa Pengalaman Eropa ke Manahan

Shayne bergabung dengan Macan Kemayoran dengan durasi kontrak hingga Juni 2028.

Ia menekankan bahwa kehadirannya—bersama pemain lain seperti Thom Haye, Eliano Reijnders, hingga Jordi Amat—adalah bagian dari transformasi liga yang sedang diupayakan PSSI di bawah kepemimpinan Erick Thohir.

Baginya, kualitas dan pengalaman yang dibawa pemain lulusan Eropa akan memberikan dampak domino pada kualitas kompetisi.

"Kita perlu saling membantu untuk berkembang. Jika hanya bicara negatif dan mengkritik tanpa keseimbangan, itu tidak akan membantu negara ini," tambahnya.

Bagian dari Gelombang Eksodus Diaspora

Shayne merupakan pemain keenam dalam gelombang eksodus pemain utama Timnas Indonesia ke BRI Super League.

Ia meminta publik untuk lebih optimis melihat perkembangan sepak bola nasional daripada terus-menerus memandang sebelah mata kompetisi domestik.

"Saya mengerti Anda menginginkan yang terbaik untuk kami, tetapi Anda juga perlu memahami bahwa ini adalah bagian dari perkembangan negara," pungkas bek kiri yang dikenal memiliki umpan silang akurat ini. (dam)

Editor : Damianus Bram
#Shayne Pattynama #persija #pemain diaspora #kritik #liga indonesia