SOLOBALAPAN.COM, BANDUNG – Di tengah gempuran jadwal padat Super League 2025/2026 dan kompetisi Asia (ACL 2), Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, menyuarakan optimisme tingginya terhadap masa depan tim.
Juru taktik asal Kroasia tersebut mengaku bangga melihat komposisi skuad Maung Bandung saat ini yang mulai diisi oleh banyak talenta muda berbakat.
Bagi Bojan, regenerasi adalah kunci keberlanjutan sebuah tim besar.
Kehadiran pemain anyar seperti Dion Markx, serta deretan jebolan akademi yang solid, dianggap sebagai pondasi kokoh untuk jangka panjang.
Bojan menilai bahwa kombinasi pemain senior yang matang dan pemain muda yang lapar akan pembuktian adalah formula ideal untuk menjaga kejayaan Persib.
Proyeksi Emas Para 'Wonderkid' Persib
Kedatangan Dion Markx yang baru saja diperkenalkan untuk musim kompetisi ini dinilai sebagai langkah strategis.
Namun, Bojan mengingatkan bahwa Persib tidak hanya bergantung pada rekrutan luar.
Akademi Persib terbukti produktif melahirkan pemain-pemain yang kini menjadi langganan Timnas Indonesia kelompok umur.
"Jadi kami mencari pemain muda karena mereka masih bisa berkembang dan mengeksplorasi kemampuannya," ujar Bojan Hodak.
Ia menyebutkan beberapa nama yang kini menjadi aset berharga tim:
-
Dion Markx: Rekrutan anyar dengan pengalaman dan kualitas mumpuni.
-
Nazriel Alfaro: Jebolan akademi yang mulai unjuk gigi.
-
Zulkifli Lukmansyah: Talenta muda yang menjanjikan.
-
Fitrah Ridwan: Kiper muda potensial.
Bojan bahkan memberikan statistik menarik mengenai kedalaman skuad mudanya.
"Dari tujuh yang kami miliki (pemain U-23), dua di antaranya bisa bermain sebagai starter dan di masa depan mereka akan fantastis," tegasnya.
Perlakuan Khusus untuk Layvin Kurzawa
Di sisi lain, sorotan juga tertuju pada rekrutan bintang, Layvin Kurzawa.
Meski berstatus eks pemain PSG, Bojan menegaskan tidak akan memaksakan bek kiri tersebut untuk langsung bermain penuh.
Faktor adaptasi dan riwayat kebugaran menjadi pertimbangan utama agar Kurzawa tidak mengalami cedera kambuhan.
Bojan membandingkan situasi Kurzawa dengan kasus Stefano Beltrame dan Federico Barba yang juga membutuhkan waktu untuk mencapai performa puncak setelah lama tidak bermain kompetitif.
Berikut adalah rencana Bojan Hodak untuk Layvin Kurzawa:
-
Adaptasi Bertahap: Tidak langsung dipaksakan bermain 90 menit.
-
Manajemen Menit Bermain: Akan diberikan menit bermain secara progresif (mulai dari 20-25 menit).
-
Fokus Kebugaran: Mengembalikan kondisi fisik pasca jeda kompetisi yang cukup lama.
"Memang kita tahu dia lama tidak bermain. Mungkin bisa menjadi 21, mungkin 25, jadi akan banyak menit yang diberikan padanya," tutup Bojan. (did)
Editor : Didi Agung Eko Purnomo