SOLOBALAPAN.COM – Pelatih Persib Bandung, Bojan Hodak, akhirnya buka suara menanggapi panasnya rumor kedatangan eks bintang PSG, Layvin Kurzawa, ke Kota Kembang.
Meski foto-foto sang bek di Stasiun Kereta Cepat (Whoosh) sudah bocor ke publik, Bojan memilih memberikan jawaban "teka-teki" yang dibalut gurauan.
Sang pelatih tidak membantah ketertarikannya, namun ia juga belum mau mengonfirmasi secara gamblang status transfer bek kiri kelas dunia tersebut.
Jawaban Kocak Bojan: "Mungkin Dia Suka Lihat Gunung"
Bojan Hodak menanggapi viralnya foto Kurzawa di Bandung dengan santai.
Saat ditanya awak media mengenai keberadaan bek asal Prancis tersebut, pelatih asal Kroasia ini justru melontarkan candaan yang memancing tawa.
”Ya mungkin dia suka cuaca di sini dan datang untuk melihat gunung berapi,” kata Bojan sembari berseloroh menanggapi rumor Kurzawa, Sabtu (24/1/2026).
Namun, di balik candaan tersebut, Bojan memberikan sinyal hijau bahwa Persib memang membutuhkan amunisi baru di sektor bek kiri untuk memperkuat kedalaman skuad di sisa musim Super League 2025/2026.
Sinyal Kebutuhan Bek Kiri di Skuad Maung Bandung
Ketika didesak mengenai ketertarikannya secara pribadi, Bojan mengakui kualitas pemain jebolan AS Monaco tersebut.
Ia memberikan kode bahwa manajemen mungkin akan melakukan pembicaraan serius dengan Kurzawa selama sang pemain berada di Bandung.
”Kita lihat saja. Mungkin kita butuh seseorang di posisinya. Kita akan bicara dengannya. Senang mengetahui dia ada di sini,” tambah eks pelatih PSM Makassar tersebut.
Rekam Jejak Mewah Kurzawa: Solusi atau Perjudian?
Media Prancis, L'Equipe, sebelumnya melaporkan bahwa Kurzawa telah mencapai kesepakatan prinsip untuk kontrak berdurasi lima bulan hingga akhir musim.
Meskipun Kurzawa minim menit bermain saat membela klub Portugal, Boavista, rekam jejaknya dengan 154 laga bersama PSG tetaplah profil marquee player yang sangat mewah bagi Liga Indonesia.
Publik kini menanti, apakah "kunjungan wisata" Kurzawa ke Bandung ini akan berakhir dengan penandatanganan kontrak bersejarah di bawah kepemimpinan Bojan Hodak. (dam)
Editor : Damianus Bram