SOLOBALAPAN.COM – Rivalitas abadi antara Persib Bandung dan Persija Jakarta semakin memanas di luar lapangan.
Tidak hanya berebut takhta klasemen, kedua raksasa ini kini terlibat dalam "perang fullback kiri" kelas wahid.
Menjelang putaran kedua Super League 2025/2026, kedua klub raksasa ini melakukan manuver transfer fantastis dengan mendatangkan tembok pertahanan kiri berlabel mewah.
Persib Bandung membuat kejutan dunia dengan mendaratkan eks bintang PSG, Layvin Kurzawa, sementara Persija Jakarta sukses memulangkan pilar Timnas Indonesia, Shayne Pattynama, dari Liga Thailand.
Persib Bandung: Standar Dunia dalam Sosok Layvin Kurzawa
Berstatus juara bertahan dan pemuncak klasemen, Persib Bandung enggan menurunkan standar.
Perekrutan Layvin Kurzawa (33) menjadi bukti ambisi besar Maung Bandung untuk berbicara banyak di level Asia (ACL).
Pengalaman Kurzawa yang telah mengenyam asam garam bersama raksasa Prancis, Paris Saint-Germain, diharapkan menjadi kunci stabilitas di sektor kiri pertahanan sekaligus memberikan dimensi serangan baru melalui umpan-umpan silang kidalnya yang mematikan.
Persija Jakarta: Shayne Pattynama Pulang Kampung Demi Macan Kemayoran
Tak ingin tertinggal, Persija Jakarta memberikan jawaban berkelas. Macan Kemayoran sukses mendaratkan Shayne Pattynama (27) yang baru saja resmi berpisah dengan raksasa Thailand, Buriram United.
Shayne, yang mencatatkan 10 penampilan impresif di Liga Thailand, diprediksi akan menjadi tandem maut bagi Jordi Amat yang sudah lebih dulu berseragam oranye.
Kehadiran Shayne bukan hanya soal teknis, melainkan juga menaikkan nilai jual liga dengan kehadiran pemain aktif Timnas Indonesia di skuad Persija asuhan Mauricio Souza.
| Data Pemain | Layvin Kurzawa (Persib) | Shayne Pattynama (Persija) |
| Usia | 33 Tahun | 27 Tahun |
| Klub Terakhir | Boavista / PSG | Buriram United |
| Status | Eks Timnas Prancis | Aktif Timnas Indonesia |
| Keunggulan | Pengalaman UCL & Teknik Eropa | Kecepatan & Stamina Khas Modern FB |
Kedatangan dua pemain mewah ini dipastikan akan membuat duel "El Clasico" Indonesia ke depan semakin bergengsi dan sarat akan kualitas internasional. (dam)
Editor : Damianus Bram