Berita Utama Solo Raya Entertainment Lifestyle Sport Kesehatan Ekonomi Teknologi Otomotif Sriwedaren Wisata dan Kuliner Persis Solo Sepak Bola

Liga 4 Ricuh! Insiden Tendangan Kungfu di Laga Blora vs Rembang Bikin Geram Netizen, Kiper PSIR Rembang Minta Maaf dan Sebut: "Itu Gerakan Refleks"

Damianus Bram • Kamis, 22 Januari 2026 | 14:16 WIB
Kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq meminta maaf usai melakukan tendangan kungfu ke pemain Persikaba.
Kiper PSIR Rembang, Raihan Alfariq meminta maaf usai melakukan tendangan kungfu ke pemain Persikaba.

SOLOBALAPAN.COM – Kompetisi Liga 4 Jawa Tengah kembali menjadi sorotan setelah insiden brutal mewarnai laga antara Persikaba Blora vs PSIR Rembang di Stadion Krida, Rabu (21/1/2026).

Penjaga gawang PSIR, Raihan Alfariq, tertangkap kamera melakukan tendangan keras ke arah dada pemain Persikaba, Rizal Dimas, dalam sebuah kemelut di depan gawang.

Aksi yang menyerupai "tendangan kungfu" tersebut mengakibatkan Rizal Dimas harus dilarikan ke rumah sakit untuk mendapatkan perawatan intensif.

Kronologi Insiden: Gagal Halau Bola, Kaki Melayang ke Dada

Baca Juga: DONE DEAL! Persib Bandung Siap Gaji Layvin Kurzawa Rp1 Miliar per Bulan, Dikontrak Singkat Cuma Setengah Musim

Peristiwa mengerikan ini terjadi di Stadion Krida, Rembang, saat tim tuan rumah Persikaba Blora mendapatkan peluang melalui tendangan bebas.

Raihan Alfariq mencoba keluar dari sarangnya untuk memotong bola di udara.

Namun, alih-alih menangkap si kulit bundar, Raihan gagal menjangkau bola dengan tangannya.

Dalam posisi tubuh melayang, kaki kanannya menjulur lurus ke depan dan menghujam tepat di dada Rizal Dimas.

Pemain Persikaba tersebut langsung terkapar dan membutuhkan penanganan medis serius hingga harus dibawa ke RS.

Wasit Bergeming, Netizen Berang

Ironisnya, meski insiden tersebut terekam jelas secara visual sebagai pelanggaran berat, wasit yang memimpin pertandingan justru tidak meniup peluit atau memberikan kartu.

Keputusan kontroversial ini memicu kemarahan suporter di media sosial dan menambah daftar panjang catatan hitam kepemimpinan wasit di Liga 4.

Klarifikasi Kiper PSIR: "Murni Gerakan Refleks"

Sadar aksinya menjadi bulan-bulanan publik, Raihan Alfariq segera menyampaikan permohonan maaf melalui unggahan video di akun resmi Instagram PSIR Rembang.

Ia menegaskan tidak ada niat sengaja untuk mencederai rekan seprofesinya.

"Saya dalam kesadaran penuh memohon maaf atas insiden yang menimpa Rizal Dimas Agesta. Insiden sore tadi murni akibat gerakan refleks saya tanpa ada sedikit pun niatan untuk mencederai saudara kami," ujar Raihan, Kamis (22/1/2026).

Raihan juga menyampaikan permohonan maaf kepada manajemen Persikaba Blora serta pihak PSIR Rembang yang ikut terseret akibat perilakunya di lapangan.

Liga 4 dan Tren Kekerasan yang Mengkhawatirkan

Insiden di Jawa Tengah ini seolah menegaskan bahwa Liga 4 tengah dalam kondisi darurat sportivitas. Sebelumnya, kasus serupa juga terjadi di Liga 4 Jawa Timur dan DIY.

Komisi Disiplin Asprov PSSI Jawa Tengah diharapkan segera mengambil tindakan tegas agar aksi "smash" kaki ke badan lawan tidak terus berulang di piramida terendah sepak bola Indonesia. (dam)

Editor : Damianus Bram
#persikaba blora #tendangan kungfu #Liga 4 Jateng #psir rembang #kiper #Raihan Alfariq