SOLOBALAPAN.COM – Kabar mengejutkan datang dari tanah kelahiran Cristiano Ronaldo di Pulau Madeira, Portugal.
Patung perunggu sang megabintang yang terletak di depan Museum CR7 dilaporkan menjadi sasaran aksi pembakaran oleh seorang pemuda lokal pada Selasa (20/1/2026).
Aksi yang tergolong nekat dan aneh ini mendadak viral setelah pelaku dengan sengaja merekam tindakannya, menari di depan api yang berkobar, dan mengunggahnya ke media sosial sebagai bentuk "peringatan".
Menanggapi penghinaan terhadap sang legenda, pihak kepolisian setempat langsung bergerak cepat memburu pelaku yang identitasnya kini telah dikantongi.
Kronologi Kejadian: Cairan Mudah Terbakar dan Tarian Aneh
Melansir laporan Daily Mail, seorang pemuda dengan pakaian lusuh terekam menyiramkan cairan mudah terbakar ke sekujur patung perunggu ikonik tersebut.
Setelah menyulut api dengan korek, api langsung menjalar ke seluruh bagian patung.
Kemudian pelaku justru melakukan tarian aneh diiringi musik rap bervolume keras di depan patung yang sedang berkobar.
Ironisnya, api sempat nyaris menyambar pakaian pelaku sebelum ia mundur menjauh.
Pesan Misterius: "Peringatan Terakhir Tuhan"
Pelaku yang mengidentifikasi dirinya melalui akun Instagram @zaino.tcc.filipe itu mengklaim sebagai seorang freestyler asli Madeira.
Dalam keterangan videonya, ia menyertakan pesan bernada religius namun mengancam.
"Ini adalah peringatan terakhir Tuhan," tulisnya sembari menandai akun resmi @cristiano.
Reaksi Keras Keluarga: Penghinaan yang Memalukan
Saudari kandung Ronaldo, Katia Aveiro, mengecam keras aksi tersebut melalui media sosialnya.
Ia menilai tindakan itu bukan sekadar perusakan properti, melainkan ekspresi kebencian dan rasa iri yang teramat dalam.
“Saya menganggap tindakan itu sebagai penghinaan. Yang lebih memalukan adalah rasa iri dan kemarahan yang ditunjukkan oleh orang-orang yang frustrasi dengan cara yang menjijikkan ini,” tegas Katia.
Pelaku Ternyata Pemain Lama
Pihak Kepolisian Keamanan Publik (PSP) di Funchal memastikan bahwa identitas pelaku telah diketahui.
Rupanya, pemuda tersebut sudah cukup dikenal oleh otoritas keamanan karena sering terlibat dalam insiden serupa sebelumnya.
Saat ini, kasus tersebut tengah ditangani secara hukum dan patung legendaris itu akan segera menjalani proses restorasi. (dam)
Editor : Damianus Bram